Beranda AGAMA MEDIA MASA BUNGKAM ATAS LASKAR KRISTEN YANG TEROR UMAT ISLAM DI BITUNG

MEDIA MASA BUNGKAM ATAS LASKAR KRISTEN YANG TEROR UMAT ISLAM DI BITUNG

22
BERBAGI

MEDIA MASA BUNGKAM ATAS LASKAR KRISTEN YANG TEROR UMAT ISLAM DI BITUNG

Indonesia meski selalu digembar-gemborkan sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, namun perkembangan sejarah mencatat kekuatan mayoritas tersebut ternyata tidak mampu melindungi umat Islam dari penindasan, diskriminasi, teror dan ancaman yang dilakukan oleh penganut agama lain. Di Indonesia umat Islam yang mayoritas justru mengalami tekanan dari kaum minoritas, atau biasa dikenal dengan istilah ‘tirani minoritas’ terhadap golongan mayoritas.

Beberapa peristiwa kekerasan dan pembantaian yang dialami umat Islam sebut saja diantaranya seperti konflik Ambon, Poso, Sambas, dan Sampit. Dalam konflik Ambon contohnya, ribuan umat Islam tewas dibantai oleh umat Kristen tanpa adanya pembelaan dari rezim pemerintah saat itu. Di Sampit, selain membunuh ribuan umat Islam, masjid, pesantren, madrasah dan bangunan Islam lainnya juga dihancurkan oleh gerombolan laskar Kristen saat itu, yang mana media massa nasional juga bungkam.

Kejadian yang sama kembali terjadi selain di Tolikara Papua tahun lalu. Kini, di daerah yang berbeda. Tepatnya Di Bitung, salah satu wilayah di Sulawesi Utara, sudah sejak lama umat Islam mendapat ketidakadilan, teror dan intimidasi dari laskar-laskar Kristen yang banyak muncul di daerah tersebut. Dengan alasan bahwa mayoritas rakyat di wilayah Sulut adalah penganut Kristen, pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Utara seakan menutup mata dan bahkan terkesan melindungi para gerombolan laskar Kristen itu.

Seperti dilaporkan beberapa media massa independen setempat, aksi terorisme dan provokasi kembali dilakukan gerombolan Kristen radikal di Sulawesi Utara. kelompok teroris Kristen yang mengatas namakan dirinya Brigade Manguni dan Pasukan Waranai menyerang pembangunan Masjid Asy-Syuhada di Kompleks Aer Ujang, kelurahan Girian Permai, kecamatan Girian, Kota Bitung, Sulawesi Utara.

Menurutmu Informasi rumah Bapak Karmin Mayau, ketua panitia pembangunan masjid tersebut mendapat teror dari gerombolan Kristen radikal, mereka menghancurkan pagar, jendela, rumah beserta isinya. Selain itu, beberapa rumah muslim lainnya juga ikut menjadi korban aksi vandalisme ini.

“Mereka sangat brutal dan membawa senjata tajam, masjid dihancurkan, madrasah juga dibakar, kami kekurangan jumlah, dan juga karena banyak wanita dan anak-anak, kami hanya terpaksa bersembunyi melindungi keluarga masing-masing, percuma lapor polisi, karena laskar Kristen itu dilindungi Pemda,” kata seorang saksi mata yang tak ingin namanya disebutkan.

Saat ini, gerombolan teroris Kristen yang beratribut baju hitam-hitam ini masih terus mengepung kota Bitung. Mereka berada stanby di markaznya di Danau Wudu. Jarak antara Danau Wudu dengan pemukiman umat Islam hanya sekitar 200 sampai 300 meter.

Sehari sebelumnya, telah dilakukan upaya perdamaian kedua belah pihak yang difasilitasi oleh pemerintah dan para ulama setempat. Namun sayang, perdamaian ini dikhianati pihak teroris Kristen. Mereka kembali menyerang dan merusak rumah-rumah kaum Muslimin tadi malam.

Umat muslim terus berjaga-jaga dan bersiaga mengantisipasi serangan kembali teroris Kristen. Mereka juga telah membuat dapur umum, dan berbagai keperluan lainnya. Mereka juga telah membuat dapur umum, dan berbagai keperluan lainnya. Informasi yang disampaikan Ustad Sugianto Panglima Laskar Pembela Islam (FPI) Poso, bahwa aparat TNI Polri yang siaga di lokasi sangat sedikit, tidak lebih dari 100 orang.

Aksi terorisme yang dilakukan para laskar Kristen terhadap umat Islam di bitung dan Sulawesi Utara tersebut, seakan luput dari pemberitaan media massa nasional. Tercatat, tidak ada satupun media massa televisi nasional yang memberitakan atau menyiarkan kejadian ini, begitupun dengan media cetak. Hanya terdapat beberapa media online independen yang mengangkat peristiwa ini.

Akankah dengan bungkamnya media massa nasional, dan diamnya pemerintah provinsi Sulawesi Utara dengan aksi teror yang dilakukan para anggota laskar Kristen tersebut kepada umat Islam, bisa menimbulkan tragedi Ambon jilid II? Dan, akankah karena sikap tak peduli antara sesama umat Islam, peristiwa pembantaian umat Islam seperti yang terjadi di Ambon, Sampit dan daerah lainnya di masa lalu, akan kembali terulang? Dan sampai kapan umat Islam yang merupakan mayoritas di negeri ini hanya akan diam saja saat sang minoritas bersikap sebagai penguasa yang tiran?

Foto Para pemuda gerombolan laskar Kristen di Bitung Sulawesi Utara, saat menyerang umat Islam dan melarang pembangunan masjid di wilayah tersebut. Umat Islam di Sulawesi Utara hingga kini terus saja mendapat teror, intimidasi dan diskriminasi dari penganut Kristen. Walau kejadian sudah terjadi berulang-ulang, tapi peristiwa ini seakan luput dari pandangan pemerintah dan bahkan banyaknya muncul laskar-laskar Kristen di Sulawesi Utara yang terus saja menyerang umat Islam seakan-akan mendapat perlindungan dari Pemda Sulut.

“Mereka sangat brutal dan membawa senjata tajam, masjid dihancurkan, madrasah juga dibakar, kami kekurangan jumlah, dan juga karena banyak wanita dan anak-anak, kami hanya terpaksa bersembunyi melindungi keluarga masing-masing, percuma lapor polisi, karena laskar Kristen itu dilindungi Pemda,” Kata salah seorang warga muslim di Bitung..

Para pemuda gerombolan laskar Kristen di Bitung Sulawesi Utara, saat menyerang umat Islam dan melarang pembangunan masjid di wilayah tersebut.

Para anggota salah satu laskar Kristen di Bitung, saat melakukan latihan baris-berbaris dan latihan ala militer lainnya. Keberadaan laskar-laskar Kristen ini diyakini sebagian kalangan dilindungi oleh pemerintah daerah setempat, karena hampir semua aksi terorisme yang mereka lakukan terhadap umat Islam selalu tak tersentuh hukum dan bahkan seakan berusaha menutup mata. (dbs/sumber gerhana85.com)

Comments

comments

22 KOMENTAR

  1. Bagaimana dengan sebuah filosofi, agamaku ya agamaku, agamamu ya agamamu. Kenapa sih pada hobi bgt sama darah, kalian jadi hebat dengan menumpahkan banyak darah, apasalahny bangun masjid, apasalahny bangun gereja, apasalahny bangun wihara,pura dkk.

    Jangan rusak negaraku, dengan ideologi konyol kalian,, nenek moyangku, korban kan harta,dan nyawa untuk negeri ini. Mereka tak memandang sara…

    MEREKA INGIN MEMPERSATUKAN, KENAPA KITA MALAH MWNGHANCURKAN.
    SIAPA YANG BAYAR KALIAN, SIAPA YANG HASUT KALIAN, HINGGA TEGA RUSAK, BHINKE TUNGGAL IKA NEGERI INI,,
    LIHAT BAIK” MANA MUSUH YANG NYATA, MANA MUSUH DALAM SELIMUT KALIAN.

    JANGAN JADIKAN MINORITAS ATAU MAYORITAS ITU SEBAGAI ALASAN, TIRANI BUKANLAH IDEOLOGI KITA.

    STOP HANCURKAN NEGARA, YANG SUDAH DIBANGUN NENEK MOYANG KITA.

  2. Abjing Wb Site TAI indonesia lagi Krisis Kepercayaan diri malah Di Manfaatkan sebagai Ajang Menarik Fisitor GOSI TAKUPAS. WEB SITE INI WEB SITE GAK BERMUTU MALAH MENGHANCURKAN KARAKTER ANAK BANGSA

    PT Meprindo (Media Pribumi Indonesia), dengan Akta Notaris Nomor 14 / 30 Oktober 2015. Notaris Raden Reina Raf’aldini, SH, dengan Pengesahan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Nomor AHU-2463874.AH.01.01.TAHUN 2015.
    Sebagai media kami membuka ruang baru jurnalisme SARAH DAN PENIPU UNTUK DAPAT VISITOR

    ANJINK, BABI,

  3. Perangilah mereka yang memerangimu!! Jihadlah… Dan syurga bagimu.
    Jikalau peristiwa Bitung benar demikian, bersama kita angkat senjata pula. Rasanya miris bila hal sedimikian tidak mendapat perhatian dari pemerintah. Bukan karena kita mayoritas, tapi memang karena kita wajib membela agama kita.

    • kalian berjihad untuk bela agama..dan jika kalian mati agama kalian tidak bisa menolong anda.
      jadi hargailah hidup anda, karena agama tidak bisa menolong kalian.
      dan, yang bisa menolong kalian hanya Iman, Kasih dan Allah atau Tuhan kita yang bisa menolong, dan memberikan Surga pada kita.
      saya kristen dari manado sulawesi utara. tapi saya sayang sama anda, karna saya punya Yesus dan punya Kasih untuk melindungi anda. Aminn.
      GOD BLESS Uu All.

  4. apa iya bener.?
    bukti video nya dong. atau minimal foto lah.
    klo tulisan doang mah gampang mikirnya.
    jangan jadi provokator…!!!!!
    dan yg lain jangan gampang terprovokasi.

  5. Ada baiknya berita yang memancing / memprovokasi di cek dahulu kebenarannya.
    Semua agama tidak ada yang membenarkan intoleransi, kekerasan, serta vandalisme.
    Yang ada manusia yang mengaku beragama atau dengan paham yang salah membenarkan segala perbuatannya atas nama agamanya.
    Tidak ada agama yang jahat, hanya orang jahat salah memahami agamanya.
    Salam Bhineka Tunggal Ika 🙂

    Lampiran berita yang benar:
    http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/16/08/03/oa1sx1354-pemkot-bitung-bantah-umat-islam-diintimidasi-dan-dilarang-beribadah

  6. ahhh taiii…!
    oiii, introspeksi diri dulu berooo…ckckck
    sodara kita dan gereja kristen di luar sulawesi utara yang minoritas kaliar bongkar bakar ataupun di bom…
    jadi apa salahnya kita yang kaum mayotitas di sulawesi utara sekali 2x berpikiran sama seperti kalian yang anarkis. ckck.
    tapi jujur kita warga sulawesi utara tidak pernah berpikiran anarkis, karena kita warga sulawesi utara selalu di ajarkan KASIH..kalau kalian ingin hidup tentram dan damai tolong introspeksi diri dulu baru brkomentar…
    salam kasih
    salam persaudaraan dari saya….di manado, sulawesi utara.

  7. kita orang kristen juga ngak segan2 berjihad untuk membela sodara kita yang di tindas…
    jika kalian pake bom bunuh diri silahkan…,tapi saya tidak berpikiran bodoh seperti kalian…
    kalian mau mati silahkan, tapi saya masih harus hidup mungkin buat membantu keluarga kalian pada saat saya sukses nanti. jadi intinya kalian mati untuk membunuh kristen, tapi kristen membuat anda punya hutang budi pada kalian…hahhaa.
    jadi buat yang mau jihad, hargailah hidup anda…jangan selalu berpikiran anarkis untuk membela agamamu.
    ingat….,agama tidak bisa menyelamtkan jiwa kalian, tapi hati yang penuh kasih dan selalu percaya pada Allah ataupun Yesus kita yang akan menyelamatkan dan memberikan kita surga…Aminn.
    GOD BLESS Uu all.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here