OPINI PERS SEPIHAK DI BANTEN DAN TETAP “SAY NO TO DINASTY”

0
132

OPINI PERS SEPIHAK DI BANTEN DAN TETAP “SAY NO TO DINASTY”

Bismillah… Semoga kejujuran hati saya ini tidak melukai siapa pun. Saya sudah terbiasa bicara dan menulis blak-blakkan. Semua saya niatkan untuk peran serta memperbaiki Banten. Cara yang bisa saya lakukan adalah menulis.

Saat ini saya kesal dengan prilaku (oknum) pers di Banten. Apakah kamu juga termasuk yang kesal seperti saya? Terutama oleh oknum yang bekerja di koran terbesar di Banten. Mestinya mereka secara moral berpihak pada rakyat – seluruh warna dan ideologi ditampung. Pers itu harus netral. Jika mau membangun opini, bukan dari para wartawan yang bekerja di dalamnya (redaksi), tapi menampung opini pembacanya, praa tokoh masyarakatnya… Jika (oknum) wartawannya begitu, sebaiknya keluar saja dari profesi wartawan dan total jadi tim sukses. Itu elegant. Seharusnya Dewan Pers dan PWI setempat menganalisa ini. Tampaknya harus ada media watch di Banten.

Hati-hati, tidak semua warga Banten bodoh soal pers. Ini akan jadi catatan buruk tentang pers di Banten. Saya akan mencatatnya. Seperti halnya Multatulli mencatatnya di “Max Havelaar” tentang prilaku korup pejabat di Lebak.

Sebagai warga Banten, saya sudah muak dengan gerakan terorganisir mengembalikan kembali kejayaan dinasti di Banten. Seharusnya kita menuntut kepada Andika dan Jaman, agar meminta maaf secara terbuka kepada warga Banten, atas apa yang dilakukan Atut dan Wawan. Semua orang sudah tahu, bagaimana rezim Atut mengeruk kekayaan Banten untuk kelompok dan golongannya sendiri. majalah Tempo pernah menguliti KKN di rezim Atut.

Saya tidak pernah melarang Andika dan Jaman maju sebagai calon gubernur Banten 2017 – 2022. Itu hak politik mereka. Kalau pun mereka menang, saya tidak punya kuasa menurunkan mereka. Tapi, sebelum mereka maju, saya harus mengatakan kebenaran yang saya yakini ini kepada para sahabat.

KKN yang dilakukan Atut dan Wawan secara sistemik belum selesai. Seharusnya KPK terus melakukan penyelidikan. Jika mereka maju dengan kekuatan uangnya di Pilgub Banten 2017 dan menang, maka mereka akan melestarikan lagi budaya KKN. Sekarag saja di birokrasi, masih banyak bercokol oknum pejabat yang masih senang dengan budaya KKN. .

Lihat balihonya; sangat retorik, bullshit, mengambang. Mengajak “Berkarya Untuk Banten”, apa karyanya? Mengajak mengabdi pada Banten, mestinya sebelum jadi gubernur juga mengabdi, tanpa dimodali APBD. Berani tidak di balihonya tertulis : Kita berantas korupsi di Banten. Gantung saya jika korupsi nanti!”

Berani?
Angkat jempol saya jika begitu.
Dan tentu akan saya tagih.

Alhamdulillah, plong hati saya ini. Semoga para sahabat yang membaa status saya ini juga plong. Jika terluka, saya mohon maaf. Bukankah kita selalu mengagungkan “perbedaan itu indah”?

Andika, Jaman dan para timsesnya, termasuk oknum wartawan, tidak boleh tersinggung dengan status saya ini. Itu tidak produktif. Kalau berani, timsesnya secara terbuka adu argumentasi dengan saya, dengan warga Banten pada umumnya. Itu cerdas dan tentu berpendidikan.

Kawan, selamat belajar berdemokrasi.
Semoga dengan status ini, saya tidak kehilangan teman lagi atau akun FB saya dihack lagi, seperti saat saya “Memilih Prabowo Tanpa Perlu Membenci Jokowi”. Mohon maaf, jika status saya ini menyinggung teman-teman di kubu dinasti. Saya bukan tim sukses siapa pun. Saya adalah relawan yang mencoba mengbarkan kebenaran. Insya Allah….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.