JOKOWI SANG PEMBAWA BENCANA BANGSA?​

JOKOWI SANG PEMBAWA BENCANA BANGSA?​

Salamuddin Daeng , Universitas Bung Karno

0
BERBAGI
Salamuddin Daeng/ pribuminews

Ada apa dengan Jokowi, Dia datang dan membawa segudang masalah.

1. Indonesia mengalami banjir imigran china, Jokowi memberikan Bebas visa, memberi peluang kepemilikan tanah dan property  oleh warga negara asing. Sementara harga property terus meningkat, rakyat tidak bisa mendapatkan tempat tinggal, suku bunga mencekik leher. ini jelas kerusakan yang disengaja oleh Jokowi.

2. Utang negara ditumpuk secara ugal ugalan, baik utang pemerintah dalam dan luar negeri maupun utang bumn kepada asing. Negara digadaikan, bumn dijual kepada asing. Ini juga kerusakan yang disengaja oleh pemerintahan Jokowi.

3. Meski *utang pemerintah  bertambah berkali kali lipat dibanding kan pemerintahan sebelumnya, *namun anggaran negara malah dipotong, anggaran pemerintah daerah dipotong, gaji Pns dipotong, anggaran pembangunan daerah dipotong. Pertanyaannya utang yang sangat besar digunakan buat apa oleh Jokowi? Ini juga adalah kerusakan yang disengaja.

4. Pemerintah mencekik rakyat dengan pajak yang tinggi, semua sekarang dipajakin, bahkan pajak telah menyasar harta/aset, rumah tabunga, deposito akan dipajakin. Pemerintahan ini bukan menjalankan sistem pajak yang sehat tetapi melakukan pemerataan kepada rakyatnya. Bagaimana mungkin utang meningkat tetapi rakyat pada saat yang sama dicekik lehernya dengan pajak. Ini adalah kerusakan yang disengaja oleh pemerintahan Jokowi.

5. Tidak hanya pajak yang mencekik tetapi bunga juga mencekik, ini adalah negeri tengkulak, dan mungkin lebih sadis dari itu, bayangkan negara berhutang ke luar negeri, bank berhutang ke luar negeri dengan bunga dibawah 5 % tapi kemudian negara dan bank memberikan kredit kepada rakyat dengan bunga di atas 14 persen. Ini adalah kerusakan yang disengaja oleh Pemerintahan Jokowi.

6. Apbn yang seharusnya menjadi strategi untuk membangun diubah menjadi strategi untuk mencuri anggaran negara.

APBN menjadi sasaran bancakan penguasa di sekeliling pemerintahan Jokowi, berbagai proyek dirancang dalam APBN semata mata untuk menyediakan uang bagi golongan politik pemerintah. Pajak rakyat digunakan untuk penyertaan modal negara kepada BUMN agar BUMN membagi proyek proyek kepada golongan politik pemerintah. Ini adalah kerusakan yang disengaja oleh pemerintahan Jokowi.

7. Barang barang impor terutama pangan mengalir ke dalam negeri bagai banjir bandang, semua kebijakan perlindungan nasional diharuskan atau ditiadakan, impor yang paling ugal ugalan adalah beras, daging, gula dan Komoditas pangan lainnya. Ini juga adalah kerusakan yang disengaja oleh presiden Jokowi.

8. Asing semakin merajalela di Republik ini, modal dan tenaga kerja asing mendominasi di semua sektor.
Modal cina datang bermasalah tenaga tenaga kerja mereka, menduduki seluruh instalasi penting yang menopang ekonomi, pelabuhan, bandara, jalan tol, pembangkit listrik, instalasi energi lainnya semua diserahkan bulat bulat kepada asing. Instalasi yang menjadi Urat nadi bangsa Indonesia jatuh kepada asing. Ini adalah kerusakan yang disengaja oleh pemerintahan Jokowi.

9. Pemerintah Jokowi secara sengaja membiarkan harga harga kebutuhan dasar rakyat meningkat, harga listrik, tarif telp, harga bahan bakar, semua diarahkan untuk membangkrutkan industri nasional dan usaha usaha yang dikerjakan oleh rakyat.

Pengangguran semakin meningkat, kemiskinan meningkat, ketimpangan ekonomi kian parah. Ini adalah kerusakan yang disengaja oleh pemerintahan Jokowi.

Pertanyaannya, siapa Jokowi ini, mengapa dia datang sebagai presiden untuk menghadirkan masalah yang begitu banyak untuk bangsa ini? Dia datang menyerahkan kekayaan alam, tanah, property kepada minoritas orang asing. Dia datang untuk melanggengkan penjajahan terhadap rakyat Indonesia. Jika itu karena kebodohannya maka itu harus disadarinya, semua orang pernah melakukan kebodohan. Namun jika itu karena kesadaran penuh maka dia Presiden Jokowi harus dihukum berat, sebagai pelajaran bagi bangsa ini. ***

Comments

comments

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY