Beranda Beranda DOSA MEDIA “ISSUE HOAX, HANYA STIGMA UNTUK MEMBERANGUS NURANI PUBLIK”

DOSA MEDIA “ISSUE HOAX, HANYA STIGMA UNTUK MEMBERANGUS NURANI PUBLIK”

0
BERBAGI

Ulasan Prof Daniel M Rosyid dan aktivis Sosial Media Agus Maksum

Noam Chomski, Prof. Linguistik MIT mengatakan bahwa kejahatan terbesar media (terutama media ​mainstream​ bukan pada pemberitaan berita palsu (hoax), tapi TIDAK MEMBERITAKAN yg seharusnya diberitakan. Al Qur’an mengatakan "janganlah kau mencampuradukkan kebenaran dengan kebathilan dan MENYEMBUNYIKAN KEBENARAN padahal kau mengetahuinya".

Jadi isu hoax di medsos yg marak itu bukan isu yang mendasar. Yang mendasar adalah bahwa ​kebenaran tidak dikabarkan pada publik, bahkan disensor oleh media besar​. Masyarakat hanya menerima (sebagian) ​realitas terpilih​ yg diputuskan media. Media hanya alat propaganda pemilik kekuasaan dan modal.

Dalam isu kebhinnekaan (seperti yg dicontohkan oleh Syafii Maarif di Medan), yang tidak dibincangkan dengan sungguh-sungguh lalu diberitakan adalah ketidakadilan. Wacana menjaga kebhinekaan -dalam ketidakadilan yang makin parah- hanya lelucon besar.

Apakah mungkin merawat kebhinnekaan di tengah ketidakadilan ?

Sementara Agus Maksum aktivis Sosial Media berpendapat issue Hoax yang sekarang ini marak untuk di perangi hanyalah Stigmatisasi terhadap suara publik yang selama ini muak dengan pemberitaan media mainstream yang bersifat framing, menipu dan jauh dari fakta.

Isue Hoax sebenarnya hanyalah isu yg di buat-buat karena jasmev dan jaringannya sudah kewalahan menghadapi muslim cyber army yang mulai terkomando dng agak baik.

Cyber Army muslim berhasil mendeteksi ribuan account robot-robot mereka dan mematikannya, juga banyak pencitraan dan skenario pencitraan berhasil di bongkar, sehingga yang terjadi adalah justru kebohongan-kebohongan mereka yg tersebar ke publik melalui media sosial, nah mereka menyebut terbongkarnya fakta kebohongan itu sebagai hoax.

Definisi hoax menurut Jasmev dan jaringannya adalah media mainstream, bila di muat media mainstream di sebut fakta dan bila tidak ada di sebut abal- abal atau hoax.

Sementara kita tahu justru media mainstreamlah penyebar hoax paling massif, sehingga masyarakat menjadi muak dan akhirnya masyarakat mengungkapkan berbagai opini dan fakta sebenarnya melalui medsos, ketika setiap individu bisa bersuara melalui media sosial dan faktanya berlawanan dengan media mainstream maka mereka yang selama ini mendapat keuntungan politik dari hoax yang di produksi media mainstream berteriak kesakitan karena fakta-fakta kebusukan terungkap ke publik melalui medsos dan inilah yang di sebut sebagai "hoax" oleh Jasmev dan Jaringannya.

Jadi jargon memerangi Hoax yang sekarang ini di gencarkan oleh Jasmev dan jaringannya sebenarnya adalah upaya memerangi suara publik, upaya memerangi suara hati nurani masyarakat, mirip mirip denga tindakan otoriter.

Tidak puas dengan membuat menstigma “hoax-hoax”, Kelompok Jaringan Cyber Hitam ini kebetulan memang pendukung rezim korup dan serakah yang sekarang tengah berkuasa.

Dan dengan memanfaatkan kekuasaan meraka mulai menebar ancaman pada aktivis media sosial serta mengontrol dengan cara memblokir situs- situs yang kritis pada pemerintah

Welcome Back ORDE BARU JILID 2

Surabaya 8 Januari 2017
Daniel Mohammad Rosyid                                                                               Agus Maksum

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here