Beranda Beranda PILPRES SUDAH DIMULAI

PILPRES SUDAH DIMULAI

0
BERBAGI
Radar Tribaskoro

*PILPRES SUDAH DIMULAI*
Oleh: Radhar Tribaskoro

Serangan kepada Anies dengan alasan yang dibuat-buat saya kira tidak akan berhenti sekalipun penjelasan telah disampaikan.

Karena serangan itu bukan dalam rangka mengritik Anies, serangan itu dalam rangka pilpres 2019.

Pada tanggal 4 September 2017 Jokowi telah mengeluarkan instruksi agar relawan mulai kampanye untuk pilpres 2019. Itu sebabnya kita melihat pergerakan yang signifikan dari kubu presiden dalam sebulan belakangan ini. Beberapa aksi permulaan bisa ditandai:

*1. Surveyor atau pollster Jokowi, yaitu SMRC (Syaiful Mujani Research Center) sudah bergerak melakukan framing negatif kepada calon lawannya, Prabowo Subianto.* Pada tanggal 29/9 SMRC merilis kesimpulan survei yang sangat tendensius. Mereka bilang, *”Prabowo adalah pengusung radikalisme yang telah memobilisasi orang-orang muda dengan isu itu untuk menyerang pemerintah. Walau begitu, Jokowi tetap politikus yang dicintai rakyat dengan elektabilitas 3 kali lipat pesaing Prabowo.”*

*2. Hendardi, aktivis HAM terkemuka dan penasehat Kapolri,* muncul dengan sigap merespon pidato Anies Baswedan yang pertama sebagai Gubernur DKI. Ia menuduh Anies rasis, karena menyatakan “pribumi harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri.” Tuduhan ini, tanpa ba-bibu, langsung disambut gegap gempita oleh para buzzer Jokowi dan menjadi viral. Hahaha…the commandante has spoken…”😅😅 Jasmev has to follow.

*3. Fajrul Rahman* yang lama hilang dari layar kaca sudah nongol lagi. Tgl 13/10 lalu ia muncul dalam talkshow Rosi “3 Tahun Jokowi”.

Para komandan sudah turun, kerangka isunya juga sudah disiapkan. Mesin kampanye Jokowi sudah bergerak. Mereka akan lakukan apapun untuk “membangun citra positif bagi Jokowi dan menjatuhkan citra Prabowo yang dianggap lawan terkuat”.

Dalam pertarungan pencitraan ini tidak penting benar-salah karena slogan seorang buzzer adalah *”salah-benar sebarkan!”*, dan *”untuk junjungan, jangankan benar, salah saja dibela.”*

Sosial media dalam waktu singkat akan dipenuhi lagi oleh buzzer-buzzer Jasmev. Wacana palsu, caci-maki, sumpah-serapah akan bertebaran lagi seperti 2014 lalu.

Saran saya agar pikiran tetap waras dan hati tetap dingin, batasi bacaan anda. Hindarkan orang-orang yang hanya senang memprovokasi namun tidak suka berargumentasi. Mereka itu gampang disaring, kalau ditanya pasti yang keluar caci-maki dan pembusukan. Unfriend saja biar mereka saling cacimaki dengan teman sendiri. Buang postingan tidak berguna dari linimasa anda. Tabik. Selamat siang.

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here