Teror di Surabaya: Dari Narasi Kami Tidak Takut hingga UU Terorisme

ilustrasi

Duka dan belasungkawa paling dalam atas tragedi, kejahatan terhadap kemanusiaan, tindak pidana terorisme peledakan Bom di Surabaya. 

Doa yang terbaik untuk para korban. 

Kenapa ya narasinya jadi di seputar “Kami Tidak Takut”?

Ini bukan soal takut tidak takut. Tapi soal negara yang wajib melindungi warganya. Kata GAGAL layak disematkan. 

Semua ini imbas dari sikap pemerintah. Jangan jadi hilang tanggungjawab akibat narasi tak pantas. 

#BomSurabaya

Kalau hanya soal takut dan tidak takut, orang bodoh tang tak paham ular berbisa pun tidak akan takut megang ular berbisa mematikan. 

Jangan sampai kita jadi bodoh karena hanya pada narasi tidak takut. 

Tuntut tanggungjawab pemerintah. Pejabat keamanan jangan kebanyakan berpolitik 

#BomSurabaya

Masalah terorisme ini lebih diakibatkan ketidakadilan. Kebencian yang dibangun akhirnya tumbuh akibat ketidakadilan yang dipelihara dan dipertontonkan secara vulgar oleh penguasa.

Memangnya masalah ketidakadilan selesai dengan narasi Kami Tidak Takut? 

#BomSurabaya

Saya mengajak kita semua untuk melihat #BomSurabaya adalah tragedi dan kejahatan kepada kemanusiaan. 

Kejahatan kemanusiaan itu bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa melihat agama dan sukunya. Kejahatan kemanusiaan harus dilawan dengan benar oleh semua pihak. Bukam dengan narasi Kami Tidak Takut.

Mari mengheningkan cipta, berdoa untuk para korban. Jangan ada yang merasa senang melihat korban berjatuhan. 

Kita semua adalah manusia yang sama, terlepas dari agamamu apa, sukumu apa. #BomSurabaya adalah teror dan kejahatan kepada kemanusiaan. 

Kita harus lawan dengan cara yang tepat.

Sedih….Saya menangis melihat bangsa ini dicabik-dicabik.

#BomSurabaya

Jangan sampai kejahatan kemanusiaan #BomSurabaya jadi pembenaran menciptakan UU Terorisme yang bisa menangkap, menahan orang tanpa bukti. Ini bahaya bagi demokrasi. 

Selesaikan akar masalahnya, hentikan ketidakadilan, maka semua tidak akan takut dan tidak perlu teriak Kami Tidak Takut.

Hingga saat ini, informasi sudah ada 8 Korban meninggal dan 35 orang dirawat luka-luka di Rumah Sakit.

Ini kebiadaban, kejahatan kepada manusia yang harus dilawan.

Bagu saya, penting sekali mengganti Kepala BIN saat ini. Evaluasi kinerja perlu dilakukan. RI

*Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahean