KORUPTOR GUNDULI SAJA

by M Rizal Fadillah

Kasus guru guru yang digunduli atas kelalaian yang menyebabkan korban siswa saat acara “menyusuri sungai” di Sleman menuai kritik. Pada umumnya menyayangkan guru guru tersebut “dihukum” oleh polisi dengan dicukur gundul. Bahwa proses hukum atas kelalaian itu memang sewajarnya, akan tetapi menggunduli para guru dinilai sebagai sesuatu di luar kewajaran. Disetarakan dengan perampok, pembegal atau pemerkosa.

Memang berlebihan tindakan polisi tersebut. Keadaban dan etika nampak lemah. Asas praduga tak bersalah sudah diabaikan. Mungkin untuk sekelas pembegal, perampok atau pemerkosa masih dinilai wajar karena perbuatan mereka dinilai keterlaluan. Tetapi untuk guru yang lalai seharusnya tetap dihormati dalam prosesnya.

Ironinya justru para koruptor yang lebih “bejat” daripada pembegal, perampok atau pemerkosa dibiarkan berpenampilan rapi dan mungkin “dandy”. Padahal milyaran bahkan trilyunan uang rakyat telah digasaknya. Merekalah yang, jika mau, seharusnya digunduli itu. Sanksi moral sejak awal baiknya dirasakan berat.

Ketika kita “kasihan” pada orang terhormat “koruptor” berjas dasi sebagai pesakitan, mengapa tidak kasihan juga kepada para guru yang dipermalukan atas kelalaiannya itu. Bahwa korban dan keluarganya berduka cita kitapun tentu turut prihatin. Biarlah para guru mempertanggungjawabkan semua di depan hukum tanpa harus dinista.

Gundul itu memang bukan nilai buruk, gundul bikshu atau muslim yang berhaji difahami sebagai bagian ibadah. Tapi gundul pencuri motor di kantor polisi tentu nista. Pada kasus guru pemakai narkoba mungkin dapat diserupakan dengan pencuri motor. Akhlak buruk memang layak mendapat perlakuan buruk. Untuk kasus guru Sleman patut untuk dievaluasi.

Efek dari penggundulan guru, tuntutan besar saat ini adalah gunduli koruptor. Ketika berbagai opsi belum ada yang pas bagi penggasak uang rakyat ini, maka saatnya sansi moral diterapkan. Sederhana saja gunduli dulu. Moga para petugas berani bersikap serta tidak tergiur oleh ceceran uang yang biasanya mengikuti proses pemeriksaan terhadap para pelaku dugaan korupsi tersebut.
Keadilan mesti ditegakkan..koruptor gunduli.

*) Pemerhati Politik

Bandung, 2 Maret 2020