Perusahaan Bang Sandi Dihantui Utang Rp 22,4 Triliun

PT Tower Bersama Tbk (TBIG), perusahaan menara telekomunikasi yang dikendalikan Saratoga, perusahaan investasi milik Sandiaga Uno (Bang Sandi) dan Edwin Soeryadjaya, memiliki total utang Rp 22,4 triliun.

Meski begitu, kinerja rival PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) ini cukup solid. Selain itu, likuiditas perseroan terbilang kuat.

Danareksa mencatat, key covenant Tower Bersama tahun ini diprediksi 5,2 kali, dari batas 6,25 kali. Angka itu muncul dari rasio utang yang sudah dilindung nilai terhadap EBITDA. Perseroan masih memiliki fasilitas utang Rp 7 triliun, yang belum ditarik Rp 3,5 triliun. Adapun utang jatuh tempo terdiri atas tahun ini Rp 2,15 triliun dan utang revolving dolar AS pada akhir 2021.

Perseroan, tulis Danareksa, sukses mencari utang dengan bunga kompetitif. Buktinya, Januari lalu, perseroan merulis obligasi US$ 350 juta. “Seluruh utang mata uang asing perseroan sudah di-hedging menggunakan swaps dan calls dengan harga pelaksanaan Rp 21 ribu,” tulis Danareksa dalam laporan riset, belum lama ini.

Sementara itu, perseroan membukukan pertumbuhan pendapatan 3,1% kuartal IV-2019 menjadi Rp 1,23 triliun, dibandingkan kuartal sebelumnya. Laba usaha naik 1,6% menjadi Rp 875 miliar.

Sepanjang 2019, perseroan membukukan kenaikan pendapatan 8,8% menjadi Rp 4,7 triliun, sedangkan laba usaha Rp 3,41 triliun, dan laba bersih tumbuh 20,4% menjadi Rp 826 miliar. Realisasi laba bersih 99% dari prediksi Danareksa, namun hanya 90% dari konsensus, yang disebabkan oleh lebih tingginya pajak.

Tahun ini, Danareksa menilai, perusahaan model Tower Bersama bakal menghadapi gangguan rantai pasokan akibat pandemi Covid-19. Namun, perseroan sudah mengantisipasi hal ini dengan mempercepat pengadaan bahan baku berupa baja ke lokasi pembangunan menara.

Tekanan lain ke perseroan, tulis Danareksa, adalah potensi penundaan ekspansi dari klien perusahaan telekomunikasi. Akan tetapi, sejauh ini, perseroan belum melihat penundaan order dari klien dan tetap memegang target 3.000 penyewa baru tahun ini.

Danareksa menaikkan rekomendasi beli saham TBIG dengan target harga Rp 990, dibandingkan Jumat lalu Rp 1,065. (mm2)