BPJS Kesehatan Naik Lagi, Rakyat (semakin) Sengsara

Sial sekali nasib rakyat. Di tengah pandemi ini, bukannya pertolongan banyak didapat, malah sebaliknya: iuran BPJS Kesehatan naik.

Padahal, melalui MA, kenaikkan itu sudah dianulir. Kira-kira beberapa bulan lalu.

Pemuka agama Islam, Ustaz Tengku Zulkarnain pun ikut merespon reaktif atas kenaikkan tersebut. Bahkan ia sampai menyebut rakyat (semakin) sengsara.

Berikut responnya, yang dituangkan melalui akun Twitter-nya, Rabu (13/52020):

Begitu kenaikan BPJS ditolak Mahkamah Agung dan diperintahkan kembali ke tarif lama, Rakyat pun tenang dan gembira.

Rakyat tinggal berharap satu lagi, yakni harga BBM TURUN…

Bagaikan petir di siang bolong, jangankan BBM turun, malah keluar Pepres tarif BPJS NAIK…

Apeeesss…!

Pak @jokowi saya ingin bertanya langsung kepada bapak, agar jawaban bapak dibaca banyak orang.

Apakah boleh mulai hari ini kami segenap rakyat Indonesia mengikuti jejak langkah bapak utk tidak mematuhi semua keputusan Mahkamah Agung…?

Mohon jawabannya pak…

Dikira Perpres akan Menetapkan Tarif BPJS seperti Tarif Lama sesuai Perintah MA.

TERNYATA OH TERNYATA…

Sial sekali nasib rakyat yg semakin lemah.

Kabar Sedih Menjelang Lebaran.

Nelongso…

Sengsara…

Sansai…

Acit Nai…

Pedih Kel…

Puaskah yg hati memilihnya kemarin…?

Mahkamah Agung Memerintahkan Iuran BPJS Kembali ke Tarif Lama. Sudag Ditunggu 2 Bulan,

Alih Alih Presiden Membuat Perpres Mematuhi MA Malah Dia membuat Tarif Baru Lagi Tdk sesuai Perintah MA. Kelas Tiga Tahun Depan Naik Rp 10.000.

Teking, Kata Org Riau.

Kareh Kapalo.

NDABLEK…”

RI-JAK/PRB