Aura Kosmik Erawan dan Elemen Bali

pribuminews – NYOMAN ERAWAN seniman Bali yang lahir di Banjar Dlodtangluk Sukawati, Gianyar, Bali. 27 Mei 1958. Ia adalah peru Indonesia yang penuh catatan penting. Lulusan  STSRI Yogyakarta dikenal dengan karyanya yang luar biasa.

Selasa 3/5/2016 SENI berhasil melihat proses dia saat persiapan pameran bertajuk Seni Rupa Kontemporer Indonesia: MANIFESTO / V. 2016 di Galeri Nasional Jakarta.

“Ini karya Tarian Kosmik, dimana proses karyanya telah berlangsung sejak 2014, karya ini adalah bagian dari sebuah makna lebih dari simbolisasi dan ruang imaji yang sebenarnya,” jelas Nyoman Erawan pada SENI.

Dijelaskan Erawan material karya ini adalah kertas dengan olahan resin dan tarikan karya yang digarap dengan ornamen tintan hitam.

“Karya saya ingin saya sampaikan adalah respon imaji dalam kekuatan makna simbol jadi bagian penting dan penyampaiannya lebih pada kekuatan elemen yang memaknai tadi,” tegasnya.

IMG_20160503_130652IMG_20160503_130631 (1)IMG_20160503_113650 (1)Data Erawan dalam pameran

Erawan dikenal sebagai seniman yang sudah pameran sejak 1995 dalam catatannya sebagai berikut: Pameran Tunggal 1995 – “Penciptaan dan Penghancuran”, Natayu Contemporary Art Gallery, Sanur, Bali / 1996 – pameran tunggal lukisan dalam rangka Sanur Beach festival di Darga Fine Art Gallery, Sanur Bali; pameran tunggal instalasi “Kalantaka Matra” di Bale Banjar Beach, Bali Hyatt Hotel Sanur / 1999 – pameran tunggal lukisan & instalasi “Keindahan dalam Kehancuran”, Komaneka Gallery, Ubud Bali / 2000 – pameran tunggal lukisan di The Gallery, Chedi, Kedewatan, Bali / 2003 – pameran tunggal “Pralaya: Prosesi Kehancuran dan Kebangkitan”, Gedung Bentara Budaya Jakarta / 2004 – pameran tunggal “Line and Body Language”, Ganesha Gallery, Four Seasons Resort Bali, Jimbaran Bali. Pameran Bersama: 2004 – pameran bersama “Reading Multi Sub Culture”, Two Demension Indonesian Fine Art, Berlin Jerman / 2006 – pameran ilustrai cerpen Kompas, Bentara Budaya Yogyakarta; pameran “Bali Biennale Astra Otoports Award 2005”, Sika Contemporary Art Gallery, Ubud Bali / 2006 – pameran Biennale Jakarta XII 2005 “Beyond The Limit and its Challenges”, Galeri Nasional Jakarta; pameran “The Gate: Pre Discourse” Semar Art Gallery Malang dan Hu Bei Art College Wu Han, China / 2007 – “Imagined Affandi” Peringatan 100 tahun Affandi, Gedung Arsip Jakarta. Penghargaan: 1992 – lencana penghargaan dari Winsor & Newton Inggris / 1994 – First Prize “The Philip Morris Group of Companies Indonesia Art Award” / 2005 – “Astra Otoparts Art Award 2005” sebagai Life Time Achievement, Bali Biennale 2005. sumber (ahm/seni.co.id)