Wartawan Senior Edy A Effendi: Kalau Saya Dibentak Ahok, Saya Ajak gelut! Ini Marwah!

PRIBUMI – Sikap kasar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang membentak dan mengusir salah satu wartawan yang meliput di Balai Kota memunculkan perlawanan.

Ketua Koordinatoriat Wartawan Balai Kota-DPRD Ahmad Zubair mengungkapkan bahwa Ahok selama ini tidak menghargai wartawan yang meliput di Balai Kota.

“Sebenarnya begini, ini hanya bola salju. Dari awal banyak hal-hal yang dilakukan Ahok dan itu cukup mengecewakan teman-teman koordinatoriat. Beberapa kejadian Ahok terlihat sangat tidak menghargai teman-teman yang liputan khususnya Balai Kota. Ya kalaupun ada kejadian ini, ini ledakan,” ujar Ahmad seperti dikutip okezone(16/06).

Menyikapi sikap arogan Ahok, wartawan senior Edy A Effendi menegaskan bahwa Ahok tidak hanya tak menghargai wartawan, tetapi tidak mengganggap wartawan sebagai manusia.

Ahok bukan hanya gak anggap jurnalis. Gak anggap kalian sebagai manusia,” tulis Edy di akun Twitter @eae18 menanggapi tulisan bertajuk “Wartawan Balai Kota Anggap Ahok Tak Pernah Hargai Jurnalis”.

Edy mengecam keras tindakan Ahok yang memaki-maki wartawan hanya karena pernyataan yang diajukan kurang berkenan bagi Ahok.

“Wartawan dituding–tuding dan dibentak-bentak @basuki_btp gak ada yang lawan. Kalau saya dibentak-bentak Ahok, saya ajak gelut. Inı marwah!” tegas ‏@eae18.

Tak hanya itu, Edy menilai tindakan Ahok ke wartawan sudah keterlaluan. “Bu @sylvianamurni sebagai Deputy Gubernur, apa gak malu punya atasan @basuki_btp yang amat kasar. Penghinaan ke wartawan sudah keterlaluan,” tegas @eae18.

Diberitakan sebelumnya, Ahok mendamprat wartawan dari media arah.com, Helmi, karena dinilai menanyakan hal yang menekan Ahok.(ts/intelijen/rb)