Adi Sasono dan Bung Hatta

Mengenang Adi Sasono

0
371

OLEH AENDRA MEDITA *)

Sejumlah tokoh  memberikan testimoni ‘Mengenang Adi Sasono’ di Jakarta, Ahad (25/9/2016). Mulai dari Sianak singkong Chairul Tanjung alias CT sampai ke Sofyan Tan, pendiri Yayasan Pendidikan Sultan Iskandar Muda dan yang merupakan aktivis antidiskriminasi, Dawam Rahardjo, Muslim Nasution, Hatta Rajasa, Akbar Tanjung, Mantan MenBUMN Sugiharo, Herry Ahmadi, Lily Wahid, keluarga dan semua tokoh LSM yang pernah beresentuhan bersama dengan Adi Sasono. Dan juga kuat juga ada testimoni Presiden BJ Habibie yang tampil dalam durasi 3 menitan di giant screen yang jadi visual backdrop. Semua siang itu mengingat peran Adi Sasono.

Saat saya menghadiri ‘Mengenang Adi Sasono’, saya hanya terlintas ingatan saya kisah awal peran Adi Sasono dalam mengenang 100 tahun Bung Hatta tahun 2001. Saat itu saya bekerja dalam perusahaan komunikasi ternama Fortune Indonesia konsultan media komunikasi dan Advertising tertua di Indonesia dan satu-satunya yang masuk bursa.

Saya diserahi tugas menangani 100 tahun Proklamator Indonesia  Muhammad Hatta. Saya ingat betul tahun 2000 itu oleh sang Presdir Indra Abidin saya dikenalkan Adi Sasosno. Saya kenal sosok beliau jauh sebelumnya karena ia tokoh, namun baru saat itu saya berkenalan langsung.

Bahwa event 100 tahun Bung Hatta adalah gagasan Adi Sasono atas Permintaan Keluarga Bung Hatta, Meutia Hatta, Halida dan Gemala dan dengan ketiga putri proklamator itu akhirnya juga saya kenal lebih jauh Hatta dan dengan keluargnya saya menjadikan hubungan silaturahmi sampai kini.

Dan Fortune Indonesia adalah pelaksana konsep kampanye komunikasi. Intensitas saya dan Adi Sasono sangat kuat saat itu, saat itu saya sering hadir dan diskusi di kantornya Jalan Agus Salim Menteng Jakarta dan pun demikian Adi Sasono sering meeting menyaksikan progres kerja di kantor kami di Fortune.

Saya juga sempat mengunjungi sejumlah wilayah di Indonsia dengan mengikuti jejak Bung Hatta dari mulai sejumlah koperasi dan masuk lewat Dekopin, Kampus Universitas Bung Hatta di Padang dan rumah Bung Hatta di Bukit Tinggi, serta sejumlah kota untuk sosialisasi 100 tahun Bung Hatta. Kami di tim lkerja juga terbantu dengan sejumlah dokumen penting dari Om Des, atau kita kenal sebagai tokoh dokumentar sejarah Des Alwy. Saya ingat Om Des terlibat banyak dalam 100 Tahun Bung Hatta. Ia memiliki dokumentasi foto dan film Hatta yang luar biasa.

Sosialisasi dan presentasi 100 tahun Bung Hatta selalu dilakukan bersama Adi Sasono, yang dilakuikan ke sejumlah menteri, dan lainnya. Bahkan ke sejumlah tokoh penting yang peduli. Jaya Suprana adalah salah satu yang ikut berkontribusi membuat karya Indonesia Pusaka. Dengan sejumlah tokoh menyanyi “Indonesia Pusaka” karya Ismail Marzuki untuk dedikasinya kepada Bung Hatta Karya ini selalu di update sampai kini, karena yang nyanyi adalah semua kalangan dari presiden sampai tukang becak.

img_20160925_132649Terakhir saya lihat Jokowi sudah masuk menyanyi Indonesia Pusaka ini. Saya ingat betul Jaya Surana waktu itu bertemu dengan saya di Semarang kantornya yang saat itu juga masih menjadi markas MURI. Karya ini lahir luar biasa dari 100 Tahun Bung Hatta.

Ada yang menarik saat saya dalam event besar 100 tahun Bung Hatta dimana sering bertemu juga dengan Irman Gusman tokoh yang belakangan sangat penting, ia pengusaha dan berlajar banyak sama Adi Saso dalam politik.

Irman adalah tokoh Sumbar, yang juga ikut dengan 100 Tahun Bung Hatta saat itu ada juga tokoh minang pemimpin Gebu Minang Fasli Djalal. Konsep kerja setahun dalam 100 Tahun Bung Hatta melakukan rangkaian diskusi Hatta terus bergulir LP3ES menerbitkan buku Hatta, Gramedia juga. Konsep ekonomi kerakyatan yang diusung juga membuat sejumlah media berpartner Republika saat itu Erick Tohir yang pertama dukung, Erick belum kesohor seperti sekarang. Lalu datang dari MetroTV, Kompas dan lainnya. Kompas pernah menulis kisah untuk soal sepatu Bally dari cerita keluarga Hatta yang unik.

Konsep dari 100 tahun Bung Hatta adalah Cara baik Bung Hatta Santun, Jujur, Hemat adalah yang di buat kantor saya saat itu.

‘Mengenang Adi Sasono’ di Jakarta, Ahad (25/9) lalu mengingatkan saya tentang bagaimana Adi adalah penyambung Hatta dalam masalah meningkatkan usaha kecil menengah (UKM) sedang Hatta adalah nilai Koperasi sehingga cita-cita Hatta untuk kerakyatan dalam ekonomi diejawantahkan oleh Adi. Selamat jalan Adi Sasono cita-cita akan diteruskan oleh para kadermu.***

*)  Redaksi PRIBUMINEWS.CO.ID

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.