JOKOWI AJAK RAKYAT SANTUN, YANG BIADAB ITU BUZZER ISTANA PAK!

0
238
Faizal Assegaf, Ketua Progres 98

Setelah sukses melumpuhkan sikap kritis para elite Parpol agar jinak dan manut kepada Istana, kini Presiden Joko Widodo memperluas syahwat politiknya untuk meredam aneka protes jutaan rakyat di media sosial.

Jokowi membujuk publik melakukan literasi dan edukasi bagi masyarakat dalam menggunakan internet dan media sosial. Ajakan itu disampaikan dalam rapat terbatas mengenai antisipasi perkembangan media sosial di Kantor Presiden, Kamis (29/12/2016).

“Gerakan ini penting mengajak netizen untuk ikut mengampanyekan bagaimana berkomunikasi melalui media sosial yang baik beretika, positif, produktif, yang berbasis nilai budaya kita,” kata Jokowi.

Kita beri apresiasi dan mendukung penuh ajakan Presiden. Namun Istana harus menyadari bahwa sumber kegaduhan di media sosial tidak lepas dari perilaku Pak Jokowi dan loyalisnye sendiri.

Dalam beberapa kasus, Presiden acap kali bersikap sinis, cuek pada kritikan publik bahkan terkesan memanfaatkan jaringan buzzer Istana untuk membodohi dan mengkelabui rakyat.

Sikap Presiden tersebut menimbulkan reaksi sporadis dari jutaan netizen sebagai bentuk penolakan atas perilaku kepemimpinan yang dinilai munafik. Rajin menghimbau tapi tidak mengoreksi sikap dan tindakannya yang getol menyiram luka di hati rakyat.

Kalau pemimpin bersikap kurang ajar, gemar berbohong dan bermental petugas partai untuk melayani kepentingan kelompok yang korup serta bobrok, maka jangan salahkan rakyat bertindak mencaci-makinya.

Reaksi rakyat tidak lepas dari sebab-akibat yang ditunjukan oleh penguasa. Jika hal itu dibiarkan berlangsung dalam waktu yang lama, sudah pasti membentuk budaya interaksi politik di media sosial secara tidak sehat dan mendidik.

Oleh sebab itu Presiden Jokowi harus berbesar hati untuk merubah watak kepemimpinannya di hadapan publik. Tampil sebagai pemimpin yang jujur, pro rakyat dan tidak menggunakan topeng kesantunan untuk menipu publik.

Misal dalam kasus penistaan agama, jutaan ummat Islam telah menunjukan protes secara santun dan sangat bermartabat. Baik di media sosial maupun tindakan konkret dalam bentuk aksi protes superdamai dalam gelombang kesadaran Bela Islam.

Mereka menuntut keadilan melalui pendekatan yang sangat membanggakan dan memberi harapan atas kebangkitan budaya politik yang sejuk, mendidik dan visioner.

Tetapi, para pendukung Jokowi justru merespon dengan serangkaian hasutan dan berbagai fitnah terhadap ummat Islam. Dan sangat disayangkan, Presiden Jokowi tampak membiarkan loyalisnya bertindak seme-mena serta disinyalir ikut mensponsori.

Kenyataan itu jelas menimbulkan pertanyaan: Yang terbukti bobrok Presiden dan buzzer Istana, atau jutaan netizen yang peduli atas perbaikan kehidupan berbangsa dan bernegara…?

Faizal Assegaf
Ketua Progres 98

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.