Sebelum Hari Pers Februari, 40 Ribu Media Online Akan Diblokir dan Akan Berurusan dengan Bareskrim…

0
163

PRIBUMI – Sebanyak 40.000 media online yang masuk kategori “tidak jelas” akan diberangus, sebelum peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2017. Saat ini, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) sudah mengantongi data ribuan media online tersebut.

“Sampai sekarang sudah ada 40.000 website online tidak jelas di seluruh Indonesia,” kata Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika (Dirjen Aptika) Kominfo Samuel Abrijani Pangerapan saat di Kantor Kominfo, Jakarta, Rabu (4/1/2017).

Istilah media online “tidak jelas” mengacu pada identitas dan entitas situs tersebut. Indikator pemblokiran yang dilakukan pemerintah dilihat dari jelas atau tidaknya kedudukan media yang ditarget blokir. Beberapa indikator pemblokiran antara lain tidak jelas struktur redaksinya, tidak punya alamat kantor, dan tidak terdaftar di Dewan Pers.

11 Situs Islam juga akan diblokir karena dianggap menyalahi aturan. Namun, Semmy tidak menjelaskan secara detail soal kesalahannya. “Pemblokiran dilakukan karena situs-situs tersebut bermuatan negatif dan mengandung SARA. Pokoknya kalau media online sudah mengikuti kode etik jurnalistik, aman,” tegas Semmy.

Beberapa waktu ke depan, Kominfo akan memberikan surat pada media online yang telah diblokir, untuk meminta penghapusan konten-konten yang dianggap tak sesuai. Ke-11 situs yang dimaksud di antaranya voa-islam.com, nahimunkar.com, kiblat.net, bisyarah.com, dakwahtangerah.com, islampos.com, suaranews.com, izzamedia.com, gensyiah.com, muqawamah.com, dan abuzubair.net.

ada Kamis 4/1/2017 sejumlah media yang di blkir melakukan rapat di Kementerian Kominfo, dialog terkait penutupan belasan situs Islam..

Hasilnya adalah situs Islam akan ditutup kalo Februari tak lulus audit normalisasi dan akan ditangani BARESKRIM. Dituduh menyebarkan berita bohong, hoax dan sara, alasan 11 media islam itu di blokir. |AME

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.