Slip Lidah Menyapa Ketua MPR Zulkifli Hasan jadi Zulkifli LubisZulkifli Lubis

0
194
ilustrasi

Waktu pidato Selasa lalu, mbak Mega dikabarkan sempat slip lidah menyapa Ketua MPR Zulkifli Hasan jadi Zulkifli Lubis. Ini menarik, karena belakangan ada dua teori kenapa putri sulung BK ini slip lidah. Emang karena daya ingatnya sudah ngedrop apalagi sempat dikabarkan habis sakit, tapi ada juga yang beranggapan itu memang sengaja semacam kode.

Buat saya, atas dua teori yang diperdebatkan itu, buat saya tetap aja menarik. Kalaupun emang slip lidah, kenapa juga yang disebut Zulkifli Lubis. bukan Zulkifli Abdullah, misalnya.

Bagi kalangan yang mendalami sejarah intelijen di Indonesia, Zulkifli Lubis ini dipandang sebagai Bapak Pendiri Intelijen Indonesia. Pada satu masa pernah dekat dengan Bung Karno, tapi kemudian bentrok sama Jenderal Abdul Haris Nasution,sehingga pada akhirnya bergabung dengan gerakan separatisme PRRI/Permesta pada 1958.

Dalam pertikaian di angkatan darat antara 1952-1955, Zulkifli Lubis sempat menjadi Care Taker atau pelakasana tugas Kepala Staf Angkatan Darat, ketika angkatan darat menolak penunjukan Bambang Utoyo sebagai KSAD baru yang dianggap tidak mengakar di ketentaraan. Baru kemudian pada 1955, Zulkifli Lubis menyerahkan tampuk kepemimpinan angkatan darat kembali kepada Jenderal Nasution. Yang sempat dipecat sebagai KSAD gara-gara terlibat gerakan mendesak Bung Karno mmbubarkan parlemen, tapi BK menolak.

Sejarah perjhalanan kemiliteran dan intelijen Pak Zulkifli memang penu warna. Kadang dianggap seterus Bung Karno dan para pimpinan angkatan darat, namun dalam kesempatan lain, justru banyak membantu Bung Karno secara diam-diam. Misalnya dalam gerakan angkatan darat pada 1952, Zulkifli justru menggagalkan gerakan Nasution cs sehingga secara politis justru membela integritas dan kontrol penuh BK terhadap tentara. Seraya mementahkan manuver tentara untuk membubarkan parlemen.

Namun, dalam pembunuhan di SMP Cikini Jakarta Pusat, tempat Megawati bersekolah kala itu, Zulkifli memang sempat dituduh mendalangi pembunuhan yang kabarnya menewaskan 48 orang ketika itu. Tapi Zul waktu itu membantah tuduhan itu. Katanya, kalau memang dia niat, pasti pembunuhan yang sebetulnya waktu itu sasarannya adalah Bung Karno, dia pasti ga mungkin gagal.

Dari perjalanan hidup dan kaitan Zulkifli Lubis yang begitu erat kaitannya dengan sejarah militer dan intelijen Indonesia, wajar kalau orang nanya kok ya Mega bisa bisanya waktu slip lidah, yang meluncur darinya justru nama Zulkifli Lubis bukannya Zulkifli yang lainnya.

Apa ini semacam kode? Bahwa memang sedang terjadi perang intelijen senyap di tubuh kemiliteran sekarang ini? Sekadar informasi, beberapa jenderal pernah berada dalam didikan dan asuhan Zulkifli langsung. Antara lai Sutopo Yuwono dan Nicklani. Sutopo Yuwono kelak jadi Ketua Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN) semasa pemerintahan Suharto. Dan pada waktu meletus Malari 15 Januari, Pak Topo dicopot Pak Harto gara gara bersekutu dengan Jenderal Sumitro yang waktu itu merupakan pesaing Jenderal Ali Murtopo.

Nichlani, sewaktu jadi deputi BAKIN bidang penggalangan, pernah membina alm Taufik Kiemas dan Suripto, yang belakangan dikenal sebagai mentornya kader-kader Partai Keadilan (cikal bakal dari PKS sekarang ini), sebagai agen binaannya sejak masih di Palembang, Sumatera Selatan. Berarti baik Pak Topo, Nicklani sampai Taufik Kiemas dan Suripto, berasal dari satu nasab yang sama, yaitu Zulkifli Lubis.

Jadi, andaikan Mega bukan sekadar slip lidah, tapi ada pesan khusus di dalamnya, apa yang ada di benak “Ibu Suri” terhadap yang namanya Zulkifli Lubis ini? | sumber FB Hendrajit 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.