Gunawan Fagaru: Iklan Politik yang Itu Busuk Sekali

0
202
PRIBUMINEWS.CO.ID – Gunawan Paggaru adalah seorang sutradara Indonesia. Sejak tahun 1983, Gunawan bergabung dalam kelompok kerja film Teater Populer pimpinan Teguh Karya. Mengawali kariernya di bidang film sebagai penulis naskah, namun bakatnya tidak berhenti sebagai penulis, atas kepercayaan yang diberikan oleh Teguh Karya padanya membawanya meraih beberapa penghargaan dalam FFI maupun FSI sebagai editor dan piala estutur. Gunawan juga memimpin beberapa Production House.
Saat Diminta Komentari tentang Iklan Politik yang sedang ramai itu dia  dengan antusias memberikan pandnagannya yang berbobot.
“Ini kampanye kok jahat banget ya? Jika ingin menyampaikan kebhinekaan, keberagaman beragama, dan persatuan, kok malah menyudutkan yang lain. Hallo sadarlah bahwa apa yg anda perbuat ini justru melukai banyak orang dan bahkan anda menyulut kebencian,” ujar para netizen dibeberapa media sosial yang menjadi viral akibat beredarnya video kampanye politik pasangan calon gubernur DKI Jakarta no urut dua .
Video kampanye yang diunggah oleh calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama – Djarot Saiful Hidayat menuai polemik. Sejumlah netizen menilai isi video itu memprovokasi dan bernuansa SARA.
“Kalau videonya Ahok konteksnya dengan keinginannya menyampaikan soal kebhinekaan justru sebetul menjadi provokasi anti kebhinekaan. Jadi sutradara salah memilih gambar atau frame utk menyampaikan pesannya.Dampaknya pada pemirsa apalagi bagi pemuda yg mungkin belum banyak referensi, pasti akan menjastis bahwa kelompok muslim adalah kelompok radikal,”ujar Gunawan Pagaru menjelaskan.
Menurut Gunawan, walau bahasa gambar dalam keterangannya Djarot bahwa itu bagian  visualisasi  flashback peristiwa 98, namun hal itu bukan pembenaran.Harusnya mereka dapat memsupervisi untuk memilah gambar/visualisasi  apa saja yangg pantes jika menginginkan persatuan tanpa mencederai sekelompok golongan yang ada dalam masyarakat .
Video kampanye bertajuk #Beragam Itu Basuki Djarot, berdurasi dua menit jelas terlihat memprovokasi dan bernuansa SARA, merusak tatanan bermasyarakat yang ada dan bisa dibilang meresahkan. “ Video ini memang di-arahkan untuk mempertahankan pemilihnya agar tidak bergeser ke nomor lain dengan men-judge bahwa kelompok muslim radikal. Karena pada dasarnya kita semua pasti tidak menyukai bentuk kekerasan yang ada, apapun itu. Kita ingin kedamaian. Apa pun alasannya video Ahok sangat memprovokasi terciptanya kegelisahan dan perdamaian, “ ujar Gunawan sineas senior pembuat sinetron TVRI – ACI era 80an dan  sutradara Film Layar Lebar Mata Pena Mata Hati Raja Ali Haji dan Danum Baputi  (nominasi dalam Festival Film Lingkungan Hidup di Canada Tahun 2015 dan penerima penghargaan dlm Festival dalam Negeri, FFI 1990 dan FSI 1996  ) dan saat ini duduk menjabat sebagai  Ketua Bidang Organisasi KFT (Persatuan Karyawan Film Dan Televisi Indonesia) yang didirikan sejak tahun 1964.
Dalam isi adegan iklan Politik –  kampanye paslon DKI satu nomer urut 2 ini , menggambarkan bahwa kaum muslimin radikal Dan korbannya adalah cina.
“Lah ini kan malah  mengadu domba namanya, “ tegas Gunawan pengajar di Next Academy bidang study Penyutradaraan, juga giat memberi workshops penyutradaraan dibeberapa sekolah maupun perguruan tinggi.
Kalaupun ada lembaga  sensor yang mengawasi, tugasnya saat ini tidak bisa melakukan itu tapi melakukan sosialisasi apa saja boleh atau baik untuk di-tayangkan. Jika ada yang publish sesuatu yg merugikan orang lain maka tanggung jawabnya pada yang mem –publish sesuai dengan  UU ITE bila media sosial yang dipakai.
“Selain itu pihak- pihak yang juga ikut bertanggung jawab dengan hadirnya video kampanye tak mendidik dan meresahkan masyarakat yang linknya sudah mulai hilang sejak senin kemarin adalah timses sosialisasi program kerja disamping sutradara  dan creative conceptual pembuat video itu sendiri,” papar Gunawan yang tahun 2009 bersama Embie C Noer, Keke Dwipayudha, Haedar M Diah dan Usman C noer mendirikan komunitas Kedai Film Nusantara di bawah yayasan Karya Budaya Nusantara. |Beng Aryanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.