Revolusi Belum Selesai, Bung !

0
736

OLEH Nugroho Prasetyo

Saat berpidato di depan Kelompok Studi Indonesia di Surabaya (15/2/1928), Soekarno menyebutkan, bahwa kehadiran para kolonialis Barat ke Asia hanyalah untuk mengisi perutnya yang keroncongan. Ia setuju dengan pendapat sejarawan Jerman, Dietrich Schäfer (1845-1929) yang mengatakan, “Kolonialisme itu terjadi akibat menurunnya jumlah barang-barang di negeri asal”.
Sebelum hadir di acara tersebut di atas, Soekarno sempat singgah di rumah ini. Di rumah ini, Presiden RI pertama itu pernah menghabiskan masa kecilnya (1902-1907). Di rumah ini pula, ia menempuh bulan madunya dengan Inggit Garnasih selama beberapa hari. Dari rumah ini, lingkaran dalam kepresidenan pasca ia dilantik di Yogyakarta sebagai Presiden RI disusun. Untuk memenuhi rasa hayat sejarah, saya mengunjungi rumah sederhana ini. Di sini, saya merasakan denyut jantung perjalanan hidup Panglima Besar Revolusi itu. Di sini pula saya memutuskan, denyut jantung “Karna Kedua” itu tak boleh berhenti lagi. Saya akan warisi apinya.
Soekarno pernah menyerukan pentingnya “samenbundeling van alle revolutionaire krachten” (menyatupadukan seluruh kekuatan revolusioner) untuk menjebol benteng pertahanan kolonial. Kini, saya hendak menyatupadukan seluruh kekuatan revolusioner itu ke dalam spirit REKONSTRUKSI TOTAL.
Revolusi belum selesai, Bung !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.