Monaco Urutan Ketiga Dalam Pertumbuhan Ekonomi, Warna Benderanya Merah Putih

0
199
PRIBUMINEWS.CO.ID – Ada yang menarik dan sangat unik dalam kasus Pertumbuhan Ekonomi yang dinyatakan Presiden Joko Widodo. Ternyata salah fatal.bahkan Presiden Joko Widodo dituduh ‘mengarang cerita soal pertumbuhan ekonomi Indonesia yang hebat.

Akun Twitter dari Rocky Gerung dosen Universitas Indonesia menuliskan bahwa ” Ngibul di forum dunia. Hoaxonomics”. Kalimat yang tajam. Inilah yang melandasi akhirnya

Seorang pengamat ekonomi Jake Van Der Kamp menyoroti pernyataan Presiden Joko Widodo dalam kolom opini bisnisnya di South China Morning Post (SCMP).

Pada edisi 1 Mei SCMP, Jake Van Der Kamp memberi judul opininya sangat menghentak. “Opinion : Sorry President Widodo, GDP Ranking are Economists’ Equivalent of Fake News.”

Si Jake mengutif ucapan Jokowi. “Indonesia’s economic growth is the third in the world after India and China,” said Indonesian President Joko Widodo.

Dengan nada yang menyeleneh, Jake menulis opininya dengan kalimat : Third in the world, is it? What world is that?

Pernyataannya tersebut seakan balik bertanya dari mana angka pertumbuhan ekonomi Indonesia berada nomor ketiga dunia tersebut.

Selanjutnya Pak Jake menguraikan pendapatnya. Dia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di kisaran 5,02 persen itu hanya berada di urutan ke-13. Urutan tersebut pun bukan dunia tetapi di kawasan Asia.

Om Jake pun menjelaskan siapa saja negara yang masuk 12 besar dalam pertumbuhan ekonomi Asia tersebut. Dia menulis India 7,5 persen, Laos 7,4 persen , Myanmar 7,3 persen, Kamboja 7,2 persen, Bangladesh 7,1 persen, Filipina 6,2 persen, China 6,7 persen, Palau 5,5 persen, dan Timor Leste 5,5 persen.

Pak Jake mengatakan pernyataan yang bikin penasaran. “Don’t let the facts get in way of good story.”

Opini Tuan Jake tsb menuduh Kang Mas Jokowi telah ‘mengarang cerita soal pertumbuhan ekonomi Indonesia yang hebat’. begitu tulis mantan jurnalis senior Tjahja Gunawan di akun Facebooknya.  Sementara itu 

  Akun Afrizal Anoda menulis

Monaco berada di urutan ketiga dalam pertumbuhan ekonomi, di antara negara-negara lain di dunia. Benderanya sama dengan Indonesia, Merah Putih. Rupanya Mr. Joko Widodo begitu melihat bendera merah putih ada di urutan ketiga, langsung saja ia semangat jual kecap di Hongkong bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia nomor tiga di dunia.

Padahal ada di urutan ke-20, jauh di bawah Papua Nugini. Kemalasan mengolah data itu akhirnya jadi bahan olok-olok tingkat dunia. Memalukan? Ah, tanya diri Anda sendiri sajalah! |RED/DBS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.