#kembalikejatidiri

0
160
Hendrajit Direktur Eksekutif Global Future Institute
Pancasila tidak mengedepankan individu. Pancasila adalah kolektivisme, kebersamaan, kekeluargaan, gotong-royong. Slogan “saya adalah Indonesia”, “saya adalah Pancasila” memberi gambaran bahwa sifat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia dihilangkan, sehingga bangsa Indonesia makin kehilangan jati dirinya.

Seperti yang ditulis oleh Profesor Kaelan dalam salah satu bukunya, bahwa bangsa Indonesia telah mengubur jati dirinya sendiri. Ironinya hal itu dilakukan oleh anak bangsa sendiri, seperti halnya yang terjadi pada kasus slogan “saya adalah Pancasila”.

Hal ini tidak terjadi secara kebetulan, tapi dilakukan secara sistematis, seperti sejak terjadinya kudeta konstitusi terhadap UUD’45 sehingga lahir dan diberlakukannya UUD’45 tiruan atau palsu, maka posisi Majelis Permusyawaratan Rakyat atau MPR sebagai lembaga tertinggi negara sekaligus lembaga pelaksana kedaulatan rakyat diturunkan menjadi lembaga tinggi negara biasa, sejajar dengan lembaga tinggi negara yang lain.

MPR adalah lembaga negara khas Indonesia, suatu karya agung para pendiri negara ini, seperti halnya ketika mereka menemukan dan menetapkan Pancasila sebagai dasar negara serta UUD’45 asli sebagai konstitusi negara Republik Indonesia.

Para pendiri negara ini adalah anak-anak bangsa yang berpendidikan tinggi dan bahkan banyak yang bersekolah di luar negeri tapi tidak kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia, beda sekali dengan anak-anak bangsa yang kepribadiannya “immature” yang gampang sekali kehilangan jati dirinya, ibarat mereka sekolah di luar negeri pada musim dingin, harus memakai jas dan pakaian berlapis-lapis, ketika pulang ke Indonesia yang beriklim tropis tidak mau kembali berpakaian khas Indonesia.

Yang disayangkan anak-anak bangsa yang berkepribadian “immature” ini sekarang sedang memegang kekuasaan, sehingga banyak menghilangkan hal-hal yang khas Indonesia, karena mereka lebih bangga menjadi antek asing daripada menjadi bangsanya sendiri.#kembalikejatidiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.