ARTIS NYAMBI POLITISI

0
200
Zeng Wei Jian

ARTIS NYAMBI POLITISI
by Zeng Wei Jian

Mark Wahlberg bilang, “Celebrities should not talk about politic.”

Alasannya, artis-artis hidup dalam dunia fantasi (bubble). Ngga punya ‘real understanding’ soal masalah sosial. Alias asal-bunyi, gede omong, ngayal dan ngaco.

Tidak semua artis begitu. Tapi mayoritas ya kayak gitu. Ngga di Amerika, ngga di sini, rata-rata artis punya gap antara realita dan dunia hayal mereka. Jarang ada artis kompeten bicara soal politik. Di antara yang sedikit, ada Ahmad Dhani, Ratna Sarumpaet dan Rachel Maryam punya kemampuan ngomong masalah politik. Selebihnya, meragukan.

Saat ngomong soal politik, seorang artis beresiko mengaburkan masalah. Itu sangat serius. “Artis berpolitik” berpotensi mendegradasi demokrasi.

Tidak ada satu pun dari founding fathers berasal dari dunia artis. Sukarno, Syahrir, Tan Malaka, Agus Salim, Hasyim Ashari, sampe Ali Sadikin dan Petisi 50, tidak ada satu pun yang “politisi-sambilan” atau politisi nyambi jadi artis. Semuanya politisi murni.

Artis hidup dalam dunia yang disebut “Hollywood bubble”. Gaya hidup mereka berbeda dari masyarakat kebanyakan. Rasanya, sulit dipercaya mereka sanggup membela kepentingan orang banyak. Apalagi mencari solusi atas kemacetan politik yang rumit.

Blunder paling anyar dilakukan sekelompok artis hari ini (15/6). Mereka menamakan diri “Indonesia Waras”. Seakan, orang lain di luar network mereka ngga lebih dari orang gila.

Mereka adalah Sys Ns, Addie MS, Ade Royani, Butet, Roy Marten, Jajang C Noer dan lain sebagainya. Mereka merilis aksi di Gedung KPK.

Kordinator “artis-nyambi-berpolitik” Sys Ns digugat karena dinilai menghina lembaga tinggi negara (DPR-RI). Pasalnya, dia nyuplik-nyadur naskah drama “Le Bal Des Voleurs” karya Jean-Annoulih dan bilang, “di gedung parlemen ada pesta pencuri!!!”

Lebih jauh, Sys Ns berkata, “Angket hanyalah kedok dan alat bagi kalian untuk membungkam bahkan membunuh KPK agar kalian dan seluruh kroni selamat dan berpesta pora setelah menjarah uang rakyat selama bertahun-tahun.”

Ini tuduhan serampangan. Sys Ns bisa masuk penjara atas omongan ini. Padahal, seperti kata Benny K Harman (Wakil Ketua Komisi III), Angket KPK justeru digulirkan demi memperkuat KPK agar transparan, akuntabel, adil dan nondiskriminasi.

Angket KPK memang bermula dari Kasus e-KTP. Ada banyak nama yang disinyalir terlibat. Misalnya Setnov, Ganjar, Miryam Haryani (Gadis Ahok), Nurul Arifin, Anas Urbaningrum dan sebagainya.

Ada kesamaan di antara mayoritas nama itu dengan gerombolan Sys NS. Mereka sama-sama pendukung Ahok. Entah apa motif di balik aksi “Indonesia Waras” ini.

Politik hendaknya tidak dijadikan ajang narsis, panggung lawak atau semacam acara “reality show” televisi. Politik adalah intelektual disvourse, rumit, full of compromise dan ngga pernah bertujuan cari sensasi.

Sys Ns dan teman-temannya sebaiknya kembali ke barak. Politik is not infotainment. It is not your world. So, cut the crap and stop your bullshit.

THE END

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.