Pemerintah Sedang Ngakali RUU Pemilu

0
235

PRIBUMINEWS.CO.ID –  Ada dugaan keinginan pemerintah ingin memegang tampuk kekuasaan dengan berlama-lama. Hal ini misalkan saja dapat diamati dari banyaknya pengamat dan peneliti yang berkomentar soal ambang batas 20 persen hingga 25 persen untuk calon presiden. Salah satunya mantan Staf Presiden SBY, Andi Arief.

Ia mengatakan bahwa (RUU Pemilu) tidak akan berjalan lancar untuk demokrasi apabila “kenyataannya” ada yang menginginkan calon hanya berjumlah satu. “Pembahasan RUU Pemilu harusnya lancar kalau konsisten dengan demokrasi. Tapi, kalau ada yang ingin calon tunggal dalam Pilpres nanti, ya, akan macet,” tulisnya, di akun Twitter pribadi miliknya, Kamis (15/06/2017).

Melihat “keinginan” tersebut, Andi menghimbau agar rakyat tidak diam. “Rakyat jangan diam. Ada yang mau berkuasa tujuh tahun ladi dengan mengakali UU Pemilu,” kata politisi Demokrat tersebut.

Andi mengingatkan bahwa negeri ini bukanlah sebuah negeri yang hanya dimiliki seorang diri sehingga pemerintah yang diduga melakukan (baca: mengakali) dapat berlaku seenaknya. Seharusnya lewat kinerja pemerintah sadar diri bahwa persentase tidak akan berpengaruh jika memang terealisasi segala janji-janjinya.

“Ini negara bukan milikmu sendiri, mau berkuasa sendiri, mau tujuh tahun lagi berkuasa denganngakali peraturan. Kalau merasa berprestasi, kenapa harus takut dengan presiden threshold nol persen?” RI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.