UMAT ISLAM DAN PRIBUMI TERPASUNG ISU POLITIK RADIKALISME, RASISME DAN ISU POLITIK INTOLERANS

0
121

UMAT ISLAM DAN PRIBUMI TERPASUNG ISU POLITIK RADIKALISME, RASISME DAN ISU POLITIK INTOLERANS

Oleh. : Habil Marati
Pusat Study Politik Dan Islam ( PUSPI)

Di awal berakhirnya kekuasaan Orde Baru, topik dan isu politik yang paling hangat di bicarakan adalah menyalahkan UUD45 karena tidak membatasi jabatan President Soeharto serta UUD45 tidak mengatur sistem Pemilu dan hak asasi manusia. Di dorong rasa euforia kejatuhan Orba Serta di dorong kebencian terhadap lamanya Pak Harto berkuasa, akibatnya Gerakan menjatuhkan Soeharto berubah menjadi Gerakan merubah negara secara euforia. Saya katakan menjadi gerakan merubah Negara dengan alasan bahwa tenggang waktu antara kejatuhan Soeharto dengan perubahan UUD45 sangat pendek. Soeharto lengser 21 Mei 1998, sedangkan Gerakan melengserkan UUD45, MPR dan Sistem demokrasi ala Pancasila terjadi tanggal 19 September 1999, ini saya maknai sebagai gerakan merubah Negara konstitusional inkonstitusional.

Apa yang berubah dengan Negara ini? Bangsa Indonesia paham betul bahwa Indonesia didirikan menjadi sebuah Negara atas dasar tiga hal yaitu: Kemerdekaan, Pancasila dan UUD45. Tapi faktanya NKRI tidak lagi dibangun berdasarkan apa yang digariskan Pancasila dan UUD45. Kata” Indonesua Asli” di hilangkan dengan alasan bermakna rasis, Lha artinya menuduh Para anggota BPUPKI pendiri Bangsa ini rasis?, kemudian” Sila ke-4 Pancasila” sebagai basis demokrasi musyawarah mufakat di Parkir alias tidak di fungsikan. Diatas telah saya sampaikan bahwa gerakan menjauhkan Soeharto sebenarnya adalah tujuan antara saja. Tujuan sebenarnya adalah merubah NKRI melalui perubahan dan penambahan pasal pasal UUD45. Gerakan ini menyalahkan UUD45 yang menyebabkan Soeharto berkuasa 30 tahun.

Apakah Gerakan menjatuhkan Soeharto akan berhenti ketika mereka telah berhasil menjatuhkan Soeharto serta merubah Negara RI?. Oh tidak mereka masih memiliki Agenda berikutnya yaitu Sekularisme dan sistem komunis dan Atheis.

Sekali lagi di atas sudah saya sampaikan bahwa Isu politik yang mereka mainkan adalah menuduh UUD45 yang menyebabkan Soerharto berkuasa 30 tahun, di samping itu mereka juga menuduh UUD45 tidak Demokratis dan menuduh UUD45 tidak melindungi hak Asasi manusia. Untuk mencapai tujuan berikutnya yaitu Sekularisme, Komunis dan Atheis Gerakan ini mengangkat isu politik Radikalisme Islam, politik Islam intolerans dan politik Islam Rasisme. Mengapa Gerakan ini menuduh umat Islam memainkan politik Radikalisme, politik Intolerans dan palitik Rasisme?, ya itu karena tujuan mereka ingin mengsekulerkan Indonesia, dan kembalinya komunis di Indonesia karena pasti akan ditentang oleh Umat Islam dan TNI, karena sekuler dan komunis itu bertentangan dengan Pancasila dan ajaran Islam. Soerharto berkuasa selama 30 tahun isu politik Radikalisme Islam, Isu Politik Islam intolerans dan Rasisme tidak pernah di jadikan topik persoalan politik dan sosial oleh ORBA.

Isu politik Islam Radikal, Isu politik Islam intolerans dan Isu politik Islam rasis adalah sengaja mereka create atau ciptakan dengan tujuan untuk memasung Gerakan politik Umat Islam. Uji Coba politk, mereka lakukan di DKI dengan mengusung Ahok sebagai calon Gub DKI dengan mengatasnamakan politik toleransi, politik non diskriminatif dan Ke bhinekaan. Akan tetapi Allah mempunyai rencana lain di DKI.

Dan terbukti Gerakan politik Umat Islam dengan mengangkat syariat Islam merontohkan semua Agenda mereka. Isu politik Islam Radikalisme, Isu politik Islam intolerans dan isu politik Islan Rasisme adalah tidak pernah ada di dalam Gerakan Islam dari zaman Ke zaman.

Sebab Islam itu bergerak sesuai dengan tuntutan kitabullah dan Al Hadits. Yaitu Gerakan illahiyah dan Insyaniah yang di Bangun di atas kemanusian berdasarkan toleransi sosial. Sebab Islam tidak mengenal toleransi dalam menegakan Aqidah dan Syariah.
Sesungguhnya hal yang paling berat di hadapi Gerakan sosial dan politik Umat Islam adalah para munafikin itu sendiri. Mengapa demikian ? Sebab Para munafikin ini mengedepankan politik ghonima, mencari rente kekuasaan, mencari rente politik.
Dengan cara menafsirkan ayat ayat Alquran untuk pasar politik.

Gerakan politik Islam pada akhirnya akan menjadi katalisator untuk menjamin pancasila dan UUD45 asli kembali eksis di NKRI ini, dan ini lah yang di takuti oleh para creator Sekularisme dan kembalinya Idiologi tanpa mengenal TUHAN. Umat Islam harus bergerak untuk melepaskan diri dari Sasaran stigma politik radikalisme, politik Intolerans dan politik Rasisme.
Gerakan politik Islam harus menjadi solusi dan kembali menjadi Gerakan politik Islam dengan pradaban Pancasila, seperti di awal awal kemerdekaan Bangsa Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.