Sesat Pikir, Pembangunan Tol Jangan diarahkan Klaim Pribadi Presiden Jokowi

PRIBUMINEWS.CO.ID – Kami dari ALASKA (Aliansi Lembaga Analisis Kebijakan dan Anggaran) yg terdiri dari Lembaga Kaki Publik (Lembaga Kajian dan Analisa Keterbukaan Informasi Publik) bersama Lembaga CBA (Center for Budget Analysis) menilai Maraknya spanduk dijalur tol yang bertemakan Tol Milik Jokowi merupakan informasi yang menyesatkan.

“Maraknya pembangunan yang dilakukan pemerintah kemudian menjadi klaim pribadi para pemimpin, baik pemimpin daerah maupun pemimpin negara, yang kemudian pembangunan tersebut menjadi dagangan politiknya,”jelas Lembaga CBA (Lembaga Center for Budget Analysis) yang dipaparkan Uchok Sky Khadafi dlaam rilisnya yang diterima Redaksi, Senin, (11/6)

Berdasarkan rencana pengembangan jalan tol yang tertuang dalam Indonesia Road Development Plan 2015- 2019, anggaran yang diperlukan untuk menggeber pembangunan jalan tol selama lima tahun mencapai Rp 733 triliun. Tapi dari jumlah kebutuhan tersebut, pemerintah hanya mampu membiayai 37% dari total pembiayaan atau sekitar Rp 268 triliun.

Kemampuan pemerintah tersebut merupakan hasil dari pungutan pajak seluruh warga negara Indonesia, bukan hanya satu sosok, bukan hanya pemimpin, bukan hanya presiden.

“Miris, apabila pembangunan yang sebenarnya milik dan hak seluruh masyarakat justru menjadi seruan politik dari para penguasa. Karena, pembangunan di negara tidak serta Merta merupakan prestasi pemimpin sepihak, melainkan hasil jerih payah seluruh masyarakat Indonesia, yakni dengan membayar tol serta membayar pajak,” tambah Adri Zulpianto, Kordinator Alaska (Aliansi Lembaga Analisis Kebijakan dan Anggaran).

Kami menduga, bahwa spanduk yang dipajang di jalur tol menjadi strategi pencitraan guna mendulang suara dan simpati masyarakat. Tapi yang terjadi malahan cemohan atas spanduk tersebut, dan menurunkan ketidak simpatisan kepada Presiden Jokowi.

Selain dari itu, kami meminta kepada Jokowi, untuk dapat meluruskan persepsi masyarakat terhadap pembangunan infrastrukturnya. Dan juga menjelaskan, bahwa pembangunan infrastruktur yang telah rampung saat ini tidak serta Merta merupakan hasil jerih payahnya sendiri, melainkan berkat kerjasama seluruh masyarakat yang mau mentaati kewajiban pajak dan mau menjaga serta melestarikan apa yang telah dibangun oleh para pemimpin terdahulu.

“Pembangunan serta infrastruktur yang kini dapat dinikmati seluruh warga Indonesia merupakan buah dari jerih payah seluruh pemimpin sebelumnya bersama masyarakat yang bahkan tidak dapat menikmati pembangunan tersebut. Karena, pembangunan infrastruktur bukan hanya terjadi di era Jokowi, melainkan jauh sebelum Indonesia merdeka pun, infrastruktur sudah terbangun di atas penderitaan para pejuang yang dijadikan pekerja keras oleh negeri Jepang dan Belanda sebagai penjajah,”bebernya.

“Kesesatan pikir yang meng-klaim atas pembangunan yang dilakukan oleh Jokowi seorang seperti didalam spanduk tersebut, jelas menyakiti hati masyarakat. Karena anggaran pembangunan yang berasal dari hutang itu menghasilkan jeritan rakyat yang harus melunasinya,”tandasnya.|RNZ/PRB