Bedanya Gus Dur dan Gus Staquf

Bedanya Gus Dur dan Gus Staquf sebetulnya beda-beda tipis. Gus Dur paham dialektika dan logika. Kalau Gus Staquf cuma berdialektika tanpa logika.

Gus Dur ketika merapat ke Shimon Peres sangat pandai berdialektika dan logika. Sebab paham sejarah Yahudi. Paham mana kaum Israel yang dibawa nabi Yusuf dari Kanaan ke Mesir. Dan paham mana yang disebut kaum Hebrew yang menolak ikut nabi Yusuf dan tetap tinggal di Kanaan. Dan mana kaum Israel yang dibawa nabi Musa dari Mesir ke Kanaan.

Gus Staquf ujug-ujug menerapkan ilmunya Lek Dur tanpa lebih dulu menghayati sejarah Yahudi. Akibatnya masuk Israel ibarat masuk medan perang tanpa tahu siapa yang harus diperangi. Dan siapa yang harus dirangkul. Ora ngerti nang endi yudone.

Namun melalui insiden Yahya Staquf warga NU yang masih steril dari kepentingan politik layak berterimasih. Sebab sontak tersadar bahwa inilah realitas politik NU saat ini. Cenderung main-main dalam polutik daripada bermain dalam politik.

Hanya saja. Main-main politik ala Nu yang disuguhkan Gus Staquf kali ini sangat berbahaya. Sebab Gus Staquf lupa atau memang sengaja abai. Bahwa Yahudi Israel yang dia jumpai di Israel itu adalah kaum zionis. Atau kalau pakai istilah bung Karno kaum neo kolonialis dan imperialis. Kaum NEKOLIM.

Makanya saya bilang tadi. Berdialektika tanpa logika. Berdialektika asalah soal ketajaman pikiran dan analisis. Logika kadang menuntut daya rasa dan intuisi. Mata batin dan ketajaman mata hati.

Punya hati tak punya rasa lantas
apa arti kehidupan?

 

-Hendrajit