SBY, PRABOWO dan Bangsa

Ada pernyataan menarik dari pertemuan dua Jendral, yang satu mantan Presiden dan yang yang ingin maju jadi Presiden. Isinya yang saya ingin sampaikan bahwa SBY berujar seperti ini: 25 tahun lalu Saya dengan sahabat saya Jendral Prabowo, bersama-sama memikirkan untuk membesarkan TNI, maka saat ini, Kami pun sepakat untuk bersama-bersama memperbaiki bangsa. Saya akan dukung sahabat saya Prabowo untuk mengemban misi mebawa Indonesia lebih baik. Hal ini diungkapkan lewat aku @lawanpolitikJKW alias pemilik akunnya adalah Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP PD Ferdinand Hutahaean.

Pernyataan ini menarik jika kita tafsir dalam segi komunikasi politik. Saya misalnya melihat ini adalah pernyataan keprihatianan SBY dan merasa pas dengan Prabowo bahwa melihat bangsa ini kedua Jendral ini sudah mulai gelisah. Pertemuan dua Jendral ini adalah bentuk kekuatan medorong agar menyelamatkan bangsa. Dua jendral yang juga ketua umum Partai ini juga merasa saatnya mungkin mereka menyatu. Memang tidak terlambat namun paling tidak ini membuat posisi petahana akan berpikir ulang lagi dengan pola dua jendral ini bersatu dalam koalisi untuk Pilpres 2019.

Ada pernyataan SBY  bahwa Dukungannya kepada sahabatnya Jendral Prabowo bukanlah dukungan untuk bagi-bagi kekuasaan. Tapi ini dukungan untuk memperbaiki bangsa. Kalimat bagi-bagi keuasaan kita lihat nanti, jika nanti menang tentunya. Namun kalimat yang menarik adalah dukungan memperbaiki bangsa adalah tugas mantan preside dan ini sangat menghangatkan publik.

Dimana SBY nampaknya merasa  4 tahun ini rakyat kehilangan harapan, maka sekarang kita kembalikan dan bawa harapan itu agar rakyat kita punya semangat dan kecintaan pada bangsa. Pak Prabowo jangan terlalu banyak janji nanti, berjanji sedikit tapi tepati, bahkan berikan yang tak pernah dijanjikan.

Apa kira-kira langkah kongritnya?

Senin 29 Juli 2018 adalah sejarah bagi dua jendral dan dua ketum partai ini karena situasi menjadi unik dan kuat dengan pertemuan ketiga kali ini menjadi SBY bersinar kembali, Prabowo seperti ada suntikan taksu baru.

Ingat SBY bukan sembarang sebagai tokoh selain mantan Presiden SBY adalah ahli strategi dalam soal politik. Ia militer cerdas tanpa cela (paling tidak- tidak ada catatan lain tentang SBY soal itu.)

Pertemuan SBY-Prabowo apakah akan membawa dunia baru bagi demokrasi jelang Pilpres 2019 tentunya kita akan tahu nanti setelah Prabowo yang akan dipasangakan dengan siapa wakilnya kita akan tahu pada saat pendaftaran akhir Pilpres di KPU yang tinggal 10 hari lagi. Dan jika ini diyakini  SBY, PRABOWO untuk menyelamatkan Bangsa maka kita tunggu saja dan sekaligus menunggu apakah mungkin AHY atau Anies Baswedan yang akan menjadi wapres Prabowo, atau akan ikuti usulan Ijtima ulama?

-AENDRA MEDITA, analis komunikasi dari Pusat Kajian Komunikasi Politik Indonesia (PKKPI)