PILPRES 2019, JOKOWI VS JOKOWI

Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan dalam Rapat Umum Relawan Jokowi di Sentul Internasional Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/8)./ant

OLEH Tb Ardi Januar

Batas pendaftaran calon presiden untuk Pemilu 2019 nanti tinggal tersisa hitungan hari. Hingga kini, belum ada satu pun nama yang sudah deklarasi dan mendaftarkan diri. Bila berkaca kepada riuh publikasi dan kalkulasi politik hari ini, besar kemungkinan pertarungan Pilpres 2014 lalu akan terulang kembali.

Pilpres 2019 nanti sebenarnya akan menjadi pertarungan amat berat bagi Jokowi. Dia akan menghadapi lawan yang sulit untuk dikalahkan. Kompetitor Jokowi nanti adalah figur yang menguasai seluruh media massa nasional hingga tingkat lokal, serta merajai jagat sosial media. Siapakah dia? Jawabannya adalah dirinya sendiri.

Ya, pada Pilpres 2019 nanti Jokowi akan berhadapan dengan dirinya sendiri. Jokowi akan bertanding melawan sederet janjinya yang tidak kunjung terbukti. Jokowi akan dihadapkan dengan visi misinya pada 2014 lalu yang hanya sekadar menjadi mimpi.

Jokowi pernah berjanji tidak akan berhutang ke luar negeri. Tapi faktanya hutang kita semakin menumpuk. Bahkan yang menyedihkan, negara harus berhutang untuk membayar bunga utang. Yang bicara ini bukan para hatters Jokowi atau barisan oposisi, tapi Sri Mulyani.

Jokowi pernah berjanji tidak akan melakukan impor. Namun pada kenyataannya kita sangat ketergantungan kepada asing. Beras impor, daging impor, cabai impor, garam impor, bahkan sampai cangkul saja harus impor ke China. Menyedihkan, kebijakan impor dilakukan saat dia getol menyuarakan swasembada pangan.

Jokowi pernah berjanji mencetak 10 juta lapangan kerja. Tapi pada kenyataannya angka pengangguran semakin menumpuk. Di saat yang bersamaan malah pekerja asing banyak yang masuk. Untung ada jasa ojek online sebagai alternatif masyarakat mencari nafkah.

Dan masih banyak lagi setumpuk janji Jokowi yang tidak kunjung terbukti. Silakan cari sendiri. Siapa tahu cocok untuk bahan tesis atau judul skripsi. Semua janji Jokowi tersimpan rapi dan terdokumentasi.

Selain berat melawan janji diri sendiri, Jokowi juga akan kesulitan menghadapi apa yang pernah dia ucapkan. Terakhir, publik lagi heboh membahas pidato Jokowi saat menghadiri pertemuan para relawan.

Jokowi sudah tepat menyerukan kampanye secara dewasa. Sayang di akhir kalimat dia menyarankan para relawan tidak takut untuk berkelahi. Ini pidato su’ul khatimah alias bad ending. Tidak sepantasnya pernyataan ini keluar dari seorang kepala negara. Entah siapa pembisiknya.

Jokowi seperti lupa bahwa salah satu tujuan pemerintah ada untuk melindungi tumpah darah segenap rakyat Indonesia. Itu pesan dari UUD 45 gitu loh. Dan sebagai kepala negara, pidato Jokowi tersebut telah menempatkan kepentingan pribadinya di atas kepentingan semua golongan. Bukan sosok negarawan.

Jadi sebenarnya, yang meruntuhkan elektabilitas Jokowi selama ini adalah dirinya sendiri. Yang membuat gerakan 2019 ganti presiden semakin besar dan kian menyebar adalah Jokowi sendiri. Bukan Neno Warisman atau Ahmad Dhani. Jokowi gagal menepati janji dan tak mampu memilah kosakata dalam membangun komunikasi.

Bagi saya, gelombang dukungan kepada sosok Prabowo Subianto saat ini bukan untuk menandingi apalagi mengalahkan Jokowi. Karena yang akan mengalahkan Jokowi nanti adalah dirinya sendiri. Sementara Prabowo hadir hanya untuk menjadi solusi dan penawar bagi bangsa besar yang sedang sakit ini.

Sekian…

Comments

comments