PELAJARAN PENTING DARI DEKLARASI PRABOWO-SANDI DAN JOKOWI-MA’RUF AMIN

Salah satu pelajaran tadi malam adalah Pak Prabowo menunjukkan kesetiaan kepada kawan… PKS dan PAN adalah kawan setia Gerindra… meskipun ada godaan dari Demokrat, tetapi ketika PKS dan PAN harus ditinggalkan hati Prabowo tak rela dan tak sudi…

Sebagai prajurit, kesetiaan kepada kawan adalah hal yg sangat penting… Karena pengkhianatan kepada kawan ketika berjuang adalah dosa terbesar bagi seorang prajurit…

Di sisi lain, kita melihat sikap egois mementingkan kepentingan sendiri dari seorang SBY… yg dipikirkan cuma karier anaknya… bukan memikirkan kepentingan bangsa… dua kali di hari yg sama prabowo dengan legowo mendatanginya… tetapi sisi egoisme nya masih kukuh…

Selanjutnya, kita melihat bagaimana kubu Jokowi mempermainkan seorang tokoh bangsa sekelas Mahfud MD… Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, beberapa kali menjadi menteri, bahkan menjadi pejabat dan penasehat di lembaga pancasila yang didirikan oleh Jokowi sendiri, BPIP… Diphp tingkat tinggi.. sudah diminta kirim cv dan siapkan baju.. Sudah diminta siap2 di dekat tempat deklarasi.. tapi akhirnya tak jadi merapat…

Kedewasaan ustads Abdul Somad yg masih muda mengalahkan nafsu jabatan kiyai tua… Ustadz Abdul Somad lebih paham soal kondisi umat dan tidak mau umat makin terpecah karena politik… Tapi kiyai tua malah bergembira dan bersedia menjadi kiyai partisan buat dijadikan bumper… Menyediakan diri sebagai pagar betis pertahanan koalisi Jokowi yg trauma dengan kekalahan Ahok di Pilkada DKI.

Dan kecerdasan dan cara pandang yang jauh oleh Ustadz Abdul Somad dibaca betul oleh koalisi Prabowo… yang sadar betul kalau menjadikan ulama sebagai Cawapres, maka umat larut dalam konflik…

Artinya, kubu Prabowo berusaha untuk menjauhkan umat dari konflik perang tafsir ayat-ayat suci… sementara kubu Jokowi hendak memakai ayat-ayat suci untuk melegitimasi dan meraih kemenangan.

Dari segi nuansa deklarasi, koalisi Prabowo lebih banyak memperlihatkan suasana islami… Pak Prabowo bilang akan mendaftar selepas sholat jum’at bersama-sama di Istiqlal…

Mudah2an tidak ada tekanan dari kubu Jokowi kepada Takmir Masjid Istiqlal sehingga sholat jum’at bersama para tokoh bangsa di kubu Prabowo dilarang… Pak Amien mengutip ayat alqur;an yang sangat pas…”Barang siapa yang dimuliakan oleh Allah, maka tak ada seorang pun yang mampu menghinakannya… Barang siapa yang dihinakan Allah, maka tak ada seorang pun yang mampu memuliakannya… Dan kepada Allah-lah seorang muslim itu bersandar… dan Ustadz Salim langsung menutup dengan khidmat lewat do’a2 singkat yang menggetarkan hati… selepas itu takbir dan shalawat menggema di acara deklarasi…

yang tersaji di deklarasi jokowi hanyalah sekedar menyebut nama dan menyanjung KH. Ma’ruf Amin… setelah itu foto bersama dan selesai… tak ada sedikitpun nuansa agamis kecuali ucapan bismillah dan asssalamu’alaikum.. tak ada do’a bersama, tak ada kumandang salawat… selepas konfrensi pers, semuanya selesai dan pergi…

Silahkan kita pelajari dan direnungi dengan rasional dan hati nurani drama politik tadi malam..

– Roosana Berlian