Gus Sholah: NU sudah jadi alat politik PKB

0
235
KH Sholahuddin Wahid

Di saat panas-panasnya Pilpres 2019, Pengasuh Pesantren Tebu Ireng, KH. Salahuddin Wahid atau yang akrab disapa Gus Solah, menilai organisasi Nahdlatul Ulama (NU) telah menjadi alat politik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Tidak hanya di tingkat pusat, kata Gus Solah, tapi di tingkat daerah, NU juga dikendalikan oleh PKB.

“Harusnya NU enggak seperti itu. NU harusnya berdiri di atas semua partai,” ujarnya, Selasa (21/8) lalu.

Putra KH Wahid Hasyim ini mengatakan, warga NU itu tidak hanya ada di PKB, tapi juga ada di partai-partai lain. Seperti Romahurmuziy atau Romi, kata dia mencontohkan, warga NU yang partainya PPP.

Selain itu, Gus Sholah juga mengingatkan NU untuk tidak berpolitik praktis atau dukung-mendukung salah satu pasangan calon. “Kampanye tidak boleh atas nama organisasi,” tegasnya.

Adapun dukungan atas nama pribadi, menurut Gus Solah, tidak masalah.

Ditanya apakah dirinya mendukung Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin sebagai cawapresnya Joko Widodo, Gus Solah belum memutuskan akan mendukung siapa-siapa dalam Pilpres 2019 nanti.

Ia tidak ingin buru-buru. Ia mau melihat dulu gagasan, visi dan misi, serta program masing-masing calon.

“Pedoman (pilihan) saya itu untuk kepentingan rakyat, yang kedua untuk kepentingan agama Islam, yang ketiga baru yang lain-lain. Yang lain-lain itu termasuk kepentingan NU,” ujar cucu pendiri NU Hadratus Syaikh KH Hasyim Asyari ini.

“Saya tidak meletakkan kepentingan NU di atas kepentingan rakyat,” tegasnya. |HDYT/RED

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.