Wah….! Saragih Mulai Sebut Nama Sofyan Basir di Kasus PLTU Riau-1

Eni Maulani Saragih/ist

PRIBUMINEWS.CO.ID – Tersangka Kasus PLTU Riau-1 yaitu Politisi Golkar Eni Saragih yang juga mulai menyebut nama Bos PLN Sofyan Basir di Kasus PLTU Riau-1.

Eni Maulani Saragih yang juga Anggota DPR RI komisi VII bidang energi ini mengaku dicecar penyidik KPK soal beberapa pertemuan.

KPK menyatakan masih mencari bukti keterlibatan Direktur Utama PLN Sofyan Basir dalam kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1. Dan Eni Saragih Ungkap Pertemuanya dengan Dirut PLN Sofyan Basir.

Ada beberapa kali pertemuan yang dilakukan dengan Sofyan Basir terkait proyek PLTU Riau-1, KPK juga menyebut Eni sampaikan ke Idrus Marham soal jatah Sofyan Basir.

Kasus ini adalah Proyek Pembangkit PLTU Riau I adalah bagian dari rencana Pemerintah membangun 35.000 MW pembangkit listrik di sejumlah wilayah di Indonesia untuk tahun 2017-2027. PLTU Riau I memiliki kapasitas 2×300 MW yang ditargetkan beroperasi pada 2023.

Salah satunya disebut Eni yaitu pertemuannya bersama Direktur Utama (Dirut) PT PLN Persero Sofyan Basir dan pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd Johannes B Kotjo.

“Pendalaman dari pertemuan-pertemuan antara saya, Sofyan Basir, dengan Johannes,” ucap Eni usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (31/8/2018). Kasus ini muncul mulai proses perencanaan di duga telah terjadi transaksi-transaksi serta pembagian konsensi dalam proyek pembangunan 35.000 MW tersebut. Dalam pengertian, sudah dibagi-bagi, sudah ada kesan proses korupsi yang sudah direncanakan.

Kasus suap di pembangunan PLTU Riau I mulai digelontorkan pada Desember 2017 sebesar Rp 2 milyar, berlanjut pada Maret 2018 sebesar Rp 2 milyar, dan ketiga pada Juni 2018 sebesar Rp 300 juta. Total proyek PLTU Riau I senilai Rp. 12,8 trilyun. Akankah Boss Setrum kena di KPK menyusul Eni dan Idrus Marham? |EWINDO/PRB