Pigai yang Diangkat Juru Bicara timses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Ini Komentarnya

PRIBUMINEWS.CO.ID – Ketua DPP PAN Yandri Susanto menyebut eks komisioner Komnas HAM Natalius Pigai menjadi juru bicara timses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Salah satu jubir (timses Prabowo-Sandiaga) Natalius Pigai yang mantan Komnas HAM itu,” kata Yandri Susanto di sela rapat koalisi di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (19/9/2018).

Natalius Pigai merupakan komisioner Komnas HAM periode 2012-2017. Yandri menyebut Prabowo dan Pigai sudah sepakat dengan posisi jubir. “Sudah (sepakat), dia langsung ketemu Pak Prabowo. Pak Prabowo oke, Pak Natalius juga oke, itu soal jubir,” imbuhnya.s

Yandri menambahkan pembahasan finalisasi pembahasan timses masih berlangsung. Dia menyebut nanti akan ada konferensi pers terkait hal itu.

“Insyaallah nanti ada konpersnya,” imbuhnya.

Hari ini sekjen Koalisi Indonesia Adil Makmur (KIAM) bertemu di kediaman Prabowo membahas finalisasi struktur tim sukses pasangan Prabowo-Sandiaga.

Sikap resmi saya Natalius Pigai atas berita ini detik.Com diatas diresponnya. Redaksi menerima langsung WA dari Pigai berikut keterangannya,

“Oposisi yang berkualitas jika berada di posisi netral sebagai artikulator soal-soal substansial dan artifial kaum marginal”

Saya sudah 4 tahun, detik demi detik, hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun demi tahun mengawasi, mengontrol dan mengkritisi kinerja pemerintah Jokowi. saya berkomitmen tetap menjalankan kritik untuk mengisi ruang kosong yang tidak diisi oleh negara, menjaga keseimbangan antara kekuasaan dan rakyat, dan juga sebagai artikulator kepentingan rakyat dan kaum marginal. kritik dan oposisi yang baik, terkontrol dan berkualitas jika kita lakukan secara independen, objektif, imparsial akan terus saya lakukan sampai masa jabatan pemerintah ini berakhir Oktober 2019.

Setelah 2019, siapapun yang terpilih menjadi Presiden sebagai aktivis Kemanusian di Papua berkeyakinan bahwa rakyat Papua tetap menjadi marginal, kaum yang disiksa, dianiaya, dibunuh dan berada seakan-akan orang-orang terjajah sebagaimana juga dilakukan pemerintahan Jokowi saat ini.

Bagi kami bangsa Papua, baik Jokowi dan Prabowo sama
saja, tidak ada pemimpin baik di Republik ini, meskipun tahun 1996 Pak Prabowo pernah lakukan sejarah besar dengan memberi dana 1% persen penghasilan Freeport pada rakyat asli Papua dan dinikmati selama 22 tahun hingga saat ini.

Secara pribadi siapa saja kagum tentang kualitas dan kompetensi saya untuk memimpin negara ini, tetapi maaf saya bukan orang ambisius, dan telah buktikan dengan menolak berbagai tawaran jabatan oleh pemerintah Jokowi. Akhirnya Pemrintahan Jokowi atau Pemrintah siapa buang saya ke tempat tidak terhormat pun, mutiara Papua tetaplah mutiara”, ungkapnya.

Lebih lanjut Pigai mengatakan, Sudah dicatat secara resmi bahwa 4 tahun negara dibawah pimpinan orang baik, kalem, cinta mati rakyat Papua dan dicintai rakyat Papua. Punya hati nurani, punya mental dan moral, berjiwa agamis. Namun kematian berantai terus menerus terjadi. 4 hari terakhir ini, pembunuhan oleh aparat terhadap rakyat Papua: Timika 1 orang, Lani Jaya 2 orang tewas dan beberapa orang dianiaya, Merauke 1 orang tewas (Yudas Kaize). “Semua terjadi ditangan orang baik dan punya hati nurani yang kita hormati di Singgasana Kekuasaan,”tands Natalius Pigai yang mengaku Aktivis Kemanusian, Kritikus Independen. |DIE