Menelanjangi Lingkar dalam Gedung Putih ala Trump

Baru baca sekilas buku karya Michel Wolf. Fire and Fury. Menelanjangi lingkar dalam gedung putih ala Trump. Jadi kesemrawutan pemerintah Trump itu penyebab utamanya satu. Trump dan timsesnya dengan motif yang beda-beda berkesimpulan. Bahwa kemenangan yang sesungguhnya justru ketika pengumuman pilpres menyatakan mereka kalah.

Ternyata hasilnya mereka menang. Trump sendiri sempat bengong. Melania istri Trump nangis bukan karena sukacita tapi masa lalunya bisa kesorot termasuk aibnya waktu jadi foto model.

Stave Banon ketua timses dan penasehat strategis Trump sudah membayangkan akan kaya raya dan gak usah ruwet ngurus negara pasca kemenangan Trump Apalagi di lubuk hatinya Banon dan timsesnya bukan saja gak yakin Trump menang. Bahkan beranggapan ga seharusnya Trump nyapres.

Manajer kampanye Trump Kellyane Conway sudah bayangkan begitu Trump kalah. Dirinya selain kaya raya. Bakal jadi celebritis media dan tv sebagai narasunber.

Namun kemenangan Trump semua jadi jungkir balik. Maka cerita selanjutnya adalah tentang para aktor aktor pentas yang muncul ke panggung yang gak tahu peran dan tugasnya.

Ada yang ditugasi nyusun pidato presiden tapi cuma bisa bikin poin poin penting. Namun ga bisa merangkai kalimat.

Ada yang sepertinya mampu jadi penasehat kebijakan. Tapj ga tahu apa apa tentang apa itu kebijakan. Ada yang disangkanya cocok jadi ahli strategi komunikasi presiden ternyata selalu berkonflik dengan semua orang. Ada yang sepertinya cocok jadi intelektual istana eh tahunya ga pernah baca buku.

Semuanya mis casting. Trump sendiri yang aneh punya gaya sendiri.. Memasang seseorang justru agar tidak bikin apa apa. Sementara yang ga punya jabatan resmi seperti menantunya Jared Kuchner yang Yahudi Ortodoks. Malah jadi pemain kunci hubungan interbasional di timur tengah. Khususnya dengan Saudi dan israel.

Masuk akal juga kalau gitu ketika Israel berani beraninya menyatakan Jerusalem jadi ibukota.

Gimana. Mirip kan. Hehehe

Oleh Hendrajit