Pidato Prabowo, Fadli Dzon, Neng “Meikarta” dan Tjahjo

Billboard Meikarta di Lokasi /dok pribuminews.co.id
PRABOWO baru Pidato Kebangsaan berjudul “Indonesia Menang”. Riuh dan euphoria ada yang pro dan kontra. Tertunya wajar ia calon Presiden. Lalu Fadli Dzon nyari-nyari orang yang bawa poster alumni UI (yang katanya dari Cibitung University). Neneng “Meikarta” Hasanah Yasin, Bupati Bekasi non aktif  berkicau dan sejumlah pejabat yang masih duduk disebut-sebut, lebih menohok adalah peran Tjahjo Kumolo menteri Dalam Negeri ke sentil juga lalu ia pun sibuk bantah.

Nah mari kita telisik semua hal diatas. Kisah awal tahun yang penuh hiruk pikuk sebenarnya menarik. Awalnya saya malas berkomentar, tapi rasanya  yang ini hanya tulisan kecil saja.

Komentar soal Pidato Prabowo wartawan Malaysia yang juga dosen di Australia Ross Tapsell mengamati media-media yang ada di Indonesia saat pidato kebangsaan dari calon presiden (capres) 02 Prabowo Subianto.

Dalam linimasa Twitter akun @RossTapsell, Ross mengatakan ada perbedaan yang mencolok dari media dalam penayangan pidato Prabowo, Senin (14/1/2019) malam.

Ross mengunggah empat foto media televisi yakni tvOne, iNews, Metro TV, dan Kompas TV

Pidato yang dimulai pada pukul 19.30 WIB tersebut terlihat ditayangkan oleh tvOne, Senin (14/1/2019). Sementara Metro TV menanyangkan program ‘Opsi’ di jam yang sama. Begitu juga dengan iNews yang menyiarkan program berita ‘Top Files’. Sedangkan stasiun Kompas TV menanyangkan secara live pidato itu juga. Bedanya, Kompas TV juga mendatangkan narasumber untuk diwawancara di saat yang bersamaan dengan pidato Prabowo. (Tribunnews.com)

“Interesting media snapshot tonight: TVOne showing Prabowo’s speech live. Nothing on MetroTV or iNews. KompasTV showing prabowo soeech vision but has guests talking throughout,” tulis @RossTapsell.

Diketahui, selain  tvOne, CNN TV juga menayangkan secara langsung pidato Prabowo

Selain itu, ada pula tayangan YouTube yang tayang secara langsung.

Tercatat, dari awal hingga pada pukul 21.00 WIB, sebanyak 4 channel YouTube masih menanyangkan pidato kebangsaan tersebut.

Empat channel itu terdiri dari YouTube Gerindra TV, CNN, Digdaya TV, dan Front TV.

Dari keempatnya, cuma CNN lah yang tayang secara nasional sementara tiga lainnya hanya ada di YouTube.

Sementara itu, keempatnya pun ramai ditonton oleh ribuan orang yang turut join bersama bahkan memberikan komentar.

Walaupun resmi dari Partai Gerindra, namun channel Gerindra TV memperoleh penonton paling sedikit di antara lainnya.

Hingga pukul 21.00 WIB, inilah catatan penonton yang singgah ke channel YouTube dengan tayangan yang sama yakni Pidato Kebangsaan, Senin (14/1/2019).

– Channel Digdaya tv: 14.854

– Channel Front tv: 13.990

– Channel CNN: 7.504

– Channel Gerindra tv: 5.439

Diketahui, keempat channel tersebut memulai dan mengakhiri live tayangan tidak secara bersamaan.

Dari pantauan TribunWow.com, channel Front TV lebih dahulu memulai siaran sejak pukul 18.50.

Sementara Gerindra TV berada di paling akhir dengan memulai pada pukul 19.15.

Namun, Gerindra TV paling lama mengakhiri siaran langsung tersebut.

Pidato Kebangsaan Prabowo Subianto menarik? Saya bilang biasa saja, wajar calon presiden pidato untuk meyakinkan dirinya ke publik. Soal judul bagus atau tidak apa pun judulnya harus bagus kan calon presiden. Kita tunggu capres yang nomor urut 01, dia masih presiden kan, jadi harusnya siap juga pidato. Tapi jika tak ada pidato juga tak masalah, kan sudah menyampaikan visi-misi di 5 TV swasta yang konon katanya Bawaslu lagi pantau. Hmmm Bawaslu ini pantau sudah kejadian selalu tidak melakukan preventif.  Kasus dua jari Anies Baswedan misalnya diperiksa dan diancam penjara, sedang gubernu dan pajabat lain boro-boro diperiksa. Untuk Anies dinyatakan bebas, apa karena ada gelombang public yang tidka tega dan peduli ke Anies? Kita tak paham Bawaslu.

***

Fadli Zon an UI

Tahu soal kasus pembawa Poster Alumni UI yang mengatakan Alumni tanpa Fadli Dzon? Tentu semua tahukan acara itu saat  deklarasi bagi capres nomor 01. Katanya Fadli Zon mencari siapa pembawa dan pembuat  poster yang dibawa saat deklarasi Alumni UI. Zon juga mengatakan itu merupakan hasil pabrikan.  Berikut kicauan Fadli Zon dalam akun twitternya.

“Kasihan alumni UI dibawa2 Jaenudin Ngaciro utk menahan laju elektabilitas yg makin anjlok. Posterpun spt dibikin pabrikan. Eh ada poster utk sy n Bro @rockygerung .” tulis akun Twitter Fadli Zon.

Menurut Fadli Zon, Alumni UI semestinya memberi dukungan terhadap Prabowo-Sandiaga Uno.

“Alumni UI berakal sehat mestinya dukung @prabowo @sandiuno ,” tulis Fadli Zon di Twitter.

Menurut Fadli Zon, Alumni UI  semestinya memberi dukungan terhadap Prabowo-Sandiaga Uno.

“Alumni UI berakal sehat mestinya dukung @prabowo @sandiuno ,” tulis Fadli Zon di Twitter.

O iya ingin sampai saja bahwa ramainya serangan ke Fadli Zon, dalam deklarasi Alumni UI  dukung Jokowi -Maruf Amin  ada yang membacakan deklarasi  yaitu Penyanyi  Lala Karmela. Yang mana isinya :

Deklarasi Alumni Universitas Indonesia dan simpatisan untuk Jokowi -Amin:

Kami, alumni Universitas Indonesia dan semua yang hadir di sini. Pada hari ini, percaya bahwa Indonesia membutuhkan pemimpin yang dapat memperjuangkan rakyatnya, agar dapat hidup lebih sejahtera, damai, dan bermartabat. Catatan untuk Fadli Zon, yang  juga Alumni UI hendaknya Anda tak usah cape-cape cari pembawa poster yang menuduh Anda tak hadir. Diamkan saja mereka. Baiknya Anda fokus saja lebih baik ke pemenangan bukanya Anda juga salah satu penyanyi lagu #2019GantiPresiden yang lagunya diciptakan Sang Alang. Kita juga tak cari Alang kok setelah sukses lagunya kita orbitkan lewat media kita dan kita bolak-balik diperiksa apparat kepolisian. Silakan tanya Sang Alang akan tahu siapa kita ya Fadli yang juga tak mau ketinggalan sebagai Alumni UI.   ***

Neneng “Meikarta” Hasanah bernyanyi Tjahjo berlari

 

Dalam sidang lanjutan kasus suap Meikarta di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Senin (14/1/2019). Neneng “Meikarta” Hasanah yasin bernyanyi. Tak hanya Mendagri yang di sentil. Saya yakin Neneng tak mau sendiri berjaket orange. Lantas  Tjahjo berlari jauh

Atas keterangan Neneng di persidangan, Tjahjo menegaskan soal perizinan Meikarta merupakan kewenangan dari Pemkab Bekasi, bukan dirinya.

“Sudah dijelaskan Dirjen Otda yang dipanggil KPK untuk memberikan kesaksian atas kewenangannya yang telah mempertemukan antara Pemda abar dan Pemkab Bekasi. Untuk kejelasan perizinan Meikarta kewenangan Pemda Jabar atau Pemkab Bekasi. Hasil pertemuan diinfokan ke saya oleh Dirjen Otda bahwa kewenangan oleh Pemkab Bekasi,” ungkap Tjahjo saat dikonfirmasi awak media. Kata Tjahjo, pihaknya juga memonitor pertemuan Pemda Jabar dan Bupati Bekasi yang difasilitasi Dirjen Otda di Kemendagri. “Dalam pertemuan terbuka hasil pertemuan tersebut diinfokan ke saya. Hasil fasilitasi Kemendagri kewenangan sesuai aturan yang ada adalah Pemkab Bekasi yang berwenang,” katanya. Tjahjo menambahkan setiap ada masalah perizinan yang belum diputuskan Pemda, maka Kemendagri selalu terbuka untuk memfasilitasi sesuai aturan yang benar. Neneng memang mengejutkan, selain menyebut nama Mendagri, Tjahjo Kumolo, Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Soni Sumarsono, mantan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan hingga Sekda Jabar Iwa Karniwa yang kini masih dipakai oleh Gubernur Jawa Barat. Dalam persidangan tersebut, Neneng Hasanah Yasin yang menjadi saksi mengaku sempat dipanggil ke ruangan Dirjen Otonomi Daerah, Soemarsono di Jakarta. “Saat itu Mendagri Tjahjo Kumolo menelpon ke Pak Soemarsono, bicara sebentar kemudian telpon Pak Sumarsono diberikan kepada saya dan Tjahyo Kumolo bilang ke saya tolong perizinan Meikarta dibantu,” kata Neneng menirukan omongan Mendagri. Menjawab Tjahjo, Neneng berujar : Baik pak yang penting sesuai dengan aturan yang berlaku. Pertemuan dengan Soemarsono itu menurut Neneng, membahas perizinan Meikarta serta Perda Pemprov Jabar terkait Bodebekkarpur (sebuah megaproyek -Jabar). Neneng juga menyampaikan bahwa Pemkab Bekasi sudah mengeluarkan izin peruntukan dan pengelolaan tanah (IPPT) seluas 84,5 hektare. Proyek Meikarta pemiliknya Lippo Group, James Riady yang direncanakan menjadi “kota baru” yang luas “antara Karawang-Bekasi”. Tapi kemudian Meikarta bermasalah. Suap dan perijinan Neneng Hassanah Yasin dinyatakan sebagai tersangka kicau Neneng bikin Mendagri Tjahjo kepanasan. KPK awal-awal pernah malakukan penggeledahan rumah James Riady bikin ramai tapi hasilnya KPK taka da kabar. Mungkin tak berani menyeret James ke meja hijau, dan cukup Direktur Operasional Billy Sindoro.

Ada kabar bahwa Neneng adalah bupati yang merupakan makhota kesayangan Golkar. Hmmm apakah Neneng disiapkan  bernyanyi dan menjadi “justice collaborator” akan semua kebuka dan kita tak tahu lagi apa yang sedang dimainkan?

***

Akhirnya catatan awal tahun yang penuh hiruk pikuk cukup dulu sampai disini, nanti kita sambung kemudian dengan kisah Indonesia yang masih kita cintai dan banggakan begitu banyak peristiwannya. Tabik.!!

AME/PRB

Comments

comments