Bingung, Mana yang Harus Ditulis Duluan

Bingung, Mana yang Harus Ditulis Duluan
By Asyari Usman

Mudah-mudahan Anda tidak bingung dengan judul tulisan ini. Tapi ini asli bingung. Tidak dibuat-buat. Saya bingung mau buat tentang apa lebih dulu. Isu apa yang harus dibahas secepatnya. Semua penting untuk disajikan cepat. Sebab, semua berita yang muncul dalam tiga hari ini bagus-bagus semua. Jreng-jreng semua.

Coba saja kita list di sini supaya lebih jelas. Siapa tahu, Anda akan terinspirasi untuk menuliskannya juga.

  1. Data bodong di debat. Jokowi buat ralat soal kebakaran hutan, tapi belum ralat angka-angka lain yang juga besar selisihnya. Ini belum sempat dibuat status. Padahal, masalah ini bisa dikomentari berhari-hari. Soalnya, Pak Jokowi ‘kan harus meralat juga angka impor jagung, beras, jalan desa, dlsb. Tapi sekarang kayaknya bakal tertimpa peristiwa-peristiwa lain yang muncul bertubi-tubi.
  2. Pemilikan lahan luas yang ternyata Erick Thohir (ET) rajanya. Beliau inilah yang paling banyak tanah HGU-nya. Ini belum sempat dibuat. Padahal, fakta ini penting dijelaskan kepada rakyat. Konon pula Pak ET kemarin meminta maaf kepada pihak Prabowo Subianto (PS) atas serangan pribadi Jokowi di dalam debat mengenai kepemilikan Pak PS di Kalimantan dan Aceh Tengah.

Isu ini sangat menarik karena Wakil Jusuf Kalla membela Pak PS. Kata JK, lahan 220,000 hektar di Kalimantan itu beliau berikan kepada Pak PS ketimbangan dikuasai asing. Dan Pak JK juga tegaskan bahwa Pak PS membayar tunai HGU itu sebesar USD150 juta. Dan, pinjaman dari Bank Mandiri sudah dilunaskan oleh Pak PS tanpa diskon serupiahkan. Padahal, beliau berhak mendapatkan diskon karena tercatat sebagai pembayar hutang terbaik. Nah, isu yang sangat bagus ini belum juga sempat saya tulis.

  1. Jokowi, kata beliau di acara debat capres kedua, turun melihat nelayan di Semarang tengah malam, jam 12. Hanya berdua dengan supir. Ternyata ada Paspampres, langsung komandannya yang ikut. Ini yang bilang Pak Moeldoko, Kepala Kantor Staf Presiden. Nah, ternyata Pak Jokowi mendramatisasikan kunjungan tengah malam itu. Supaya kedengaran seperti Umar bin Khattab yang melakukan ronda keliling kampung di Madinah untuk mencari rakyat yang menghadapi kesulitan. Rupanya, Pak Jokowi tidak berdua dengan supir sebagaimana beliau katakan. Ini pun belum sempat terbahas.

===

Banyak sekali yang penting-penting dalam beberapa hari ini. Jangan-jangan akan bertubi-tubi deras dalam hari-hari dan pekan-pekan mendatang. Semoga tidak terlalu banyak lagilah kabar-kabar miring tentang kubu Pak Jokowi yang terungkap besok-lusa.

  1. Mendagri Tjahjo Kumolo bilang dana desa ada karena Jokowi, padahal ada sejak SBY dan dana itu adalah perintah UU. Ini juga tak sempat terbahas. Padahal, isu ini sangat penting. Sebab, Pak Tjahjo Kumolo berdusta kepada rakyat. Dana desa itu sudah ada sejak presiden pendahulu Pak Jokowi. Bahwa beliau naikkan jumlahnya, itu benar. Dan memang harus. Jadi, kalim Mendagri ini bisa disebut pengelabuan fakta. Hal lainnya, seharusnya Pak Tjahjo juga membeberkan secara global buruk-baiknya penggunaan dana desa karena sekian besar dari ratusan triliun itu yang dikorupsi di banyak level birokrasi.
  2. Chusnul Mariyah PhD (dosen Fisip UI dan mantan ketua KPU) yang dipanggil Bawaslu karena hadir di acara deklarasi alumni perguruan tinggi se-Indonesia untuk PADI. Belum sempat juga saya buat. Peristiwa ini sangat layak juga dibahas mengingat cepatnya Bawasla bertindak ketika indikasi pelanggaran itu dilakukan oleh orang-orang yang mendukung Prabowo-Sandi. Padahal, ada sekian banyak kepala daerah, gubernur dan bupati, yang terang-terangan mendukung Pak Jokowi tetapi tidak ada tindakan Bawaslu.
  3. Antasari Azhar (mantan ketua KPK) merasa sangat kecewa melihat banyaknya kursi kosong di acara pelantikan Garda Jokowi yang dia pimpin. Acara pelantikan kursi kosong itu berlangsung di Pangkalpinang, Bangka Belitung, pada 19 Februari 2019. Semula panitia Garda Jokowi mengatakan kepada Antasari bakal ada 2,000 orang yang hadir. Ternyata, sebagian besar kursi kosong. Berita ini belum sempat dijadikan status FB. Membuat beberapa baris pun tak sempat juga. Padahal, cerita kursi kosong yang selalu melanda acara-acara kubu Jokowi pastilah menarik untuk dijelaskan.
  4. Beberapa hari lalu ada berita tentang Menteri Kominfo Rudiantara yang menghadiri panggilan Bawaslu terkait insiden “Yang Gaji Kamu Siapa?”. Dikatakan di satuu laporan media bahwa Rudiantara “agak malu” ketahuan datang ke Bawaslu. Dia masuk dari pintu kantor Bawaslu yang bukan jalan masuk utama. Disebutkan pula bahwa Rudiantara datang ke Bawaslu tidak dengan mobil dinasnya. Ini juga belum sempat tertuliskan.

===

Apa lagi? Yah, sudahlah. Cukup tujuh saja dulu. Capek juga menuliskan daftar yang tak sempat terbahas. Betul-betul sepak-terjang, gerak-gerik, kubu Pak Jokowi membuat banyak orang, khususnya saya, menjadi tak mampu mengikutinya. Barangkali perlu asisten ya. Tapi, mau dibayar pakai apa? Hehe.

  1. Oh ya, ada yang terlupakan. Tiga atau empat hari lalu, serikat karyawan Pertamina melakukan demo terkait kebijakan pemerintah yang menyuruh BUMN migas ini menurunkan harga avtur. Aksi demo ini ‘dirahasiakan’ oleh media pendukung Pak Jokowi. Padahal, orasi pimpinan demo sangat bagus sekali. Sayang sekali, belum sempat juga terbahas.

Jangan-jangan masih ada lagi yang terlewatkan. Wallahu a’lam!

Comments

comments