Ilmu Ekonomi Seluas Samudera: Jelang Debat Cawapres

Djoko Edhi Abdurrahman

Hebat bener Arya sinulingga ini. Kemarin dia bilang, Makruf Amin bakal menyungsepkan Sandiaga di debat cawapres akan datang. Maksud Arya, pasti karena Makruf Amin adalah kyai.

Sedang Sandiaga bukan kyai. Salah berat si Arya utk menafikan pandangannya di atas. Makruf Amin adalah profesor ekonomi sekaligus doktor ekonomi, diambilnya di Malang, di Perguruan Tinggi NU. Tapi makruf amin tak punya ilmu ekonomi. Ia bukan ekonom, bukan pula ahli ekonomi.

Di judiciumnya, yg namanya Ilmu Ekonomi hanya soal haram, halal, makruf, dst. Lebih dekat ke disiplin hukum. Tak ada ekonometrinya. Ya bukan ilmu ekonomi!

Tanyakan saja nanti ke Makruf Amin apa rumus inflasi, rumus penyusutan, atau dalilnya TPI (tax performance index). Yg ringan2 saja. Sudah brebet Kyai Makruf Amin. Apalagi “Dirty Money for Development” nya Srimul. QI QI QI.

So, di mana menangnya Makruf Amien, bro Sinulingga.

Di Ilmu Agama? Ini cukup dihadapi ilmunya kyai kampung. Seputar muamalat, bank syariah, dan ekonomi umat. Ketiganya adalah ilmu ekonomi klasik, jaman teorinya David Ricardo, pasar mesir dan Tiongkok. Dari situ yg tersisa kini hanya CBS.

Mari kita lihat SWOT nya Sandiaga. Terakhir ia mengambil magistrat ekonomi di Universitas George Washington (UGW). Dari situ ia dapat titel master bisnis. Sudah pasti tak punya silabus fikih. Tapi ilmu ekonomi beneran. Bukan pseudo profesor dan doktor seperti Makruf dan OSO. Sandiaga belajar ekonomi murni.

Sejak ekonomi klasik, neo klasik, keynesian, neolib, hingga Joan Baptis Say. Hanya itu ilmu ekonomi, tapi seluas samudera. Makruf amin pasti kelelep di situ. Sandiaga tampak paham sekali metodologi perubahan harga yg diletakkan Edward Mason. Terbenam makruf amin! (Jokoedy).

Comments

comments