PERSATUAN DAN PERUBAHAN

PERSATUAN DAN PERUBAHAN
Oleh: Radhar Tribaskoro

Ketika seseorang menggelorakan perubahan pasti ada saja orang yang mencemaskan perpecahan. Itu sudah biasa, sebab perubahan bermakna pergerakan atau pergeseran. Orang dalam status quo takut menjadi bagian yang tergeser. Namun sejumlah orang yang berada di luar status quo juga cemas, khawatir perubahan itu terlalu jauh sehingga malah menyebabkan perpecahan.

Dimana batas perubahan agar tidak justru menyebabkan retaknya persatuan?

Bersatu itu berarti berada di dalam satu sistem. Dan kita sudah bersepakat berada di dalam sistem NKRI. Saya ingin mengganti pemerintah dan sistem itu memberi jalan, yaitu melalui pemilu. Dan inilah yang saya lakukan. Saya mempertanggungjawabkan keinginan saya itu dengan menunjukkan apa yang salah dalam rejim jokowi.

Jadi ketika saya mengkritik rejim jokowi saya masih berada di dalam koridor NKRI, di dalam koridor yang dibuka oleh sistem. Jadi jangan kamu cemas seakan-akan negara ini mau saya belah.

Perasaanmu boleh jadi rancu karena mencerna instant moment yang kebetulan cuma diisi oleh dua wacana. Seakan-akan indonesia ini terbelah diantara keduanya.

Padahal kalau kamu mengangkat wawasanmu sedikit, kamu lihat bahwa polarisasi itu menajam hanya dalam beberapa bulan dalam panggung lima tahunan. Polarisasi itu kembali mencair setelah itu. Kamu akan menyaksikan sebuah kekuatan besar yang baru membentuk suatu flow yang mempengaruhi landscape secara sangat dinamik. Landscape itu bergerak ke optimum baru, sebuah keseimbangan baru.

Kalau kamu angkat dirimu sedikit lagi ke atas, membaca rentang waktu yang lebih panjang, kamu akan lihat dinamik itu terpetakan ke dalam sebuah kurva progresif dengan setiap titiknya mewakili kondisi ekuilibrium dari landscape. Apa yang kamu lihat adalah peta perjalanan suatu bangsa yang digerakkan oleh dialektika sosialnya.

Dialektika adalah pertentangan yang memotori suatu perubahan. Ibarat molekul, suatu masyarakat terdiri dari sejumlah unsur yang memiliki sifat berlainan. Sifat itu ditandai oleh besarnya inti atom, jumlah dan pergerakan proton dan elektron. Masyarakat berubah seperti molekul yang berubah sifat dan keadaan fisiknya. Perubahan terjadi terutama karena lingkungan luar berubah dan kemudian memaksa molekul dengan atom2 di dalamnya meredefinisi ikatan-ikatan di dalam dan di luar dirinya.

Perpecahan yang kamu khawatirkan terjadi ketika persenyawaan (ikatan) diantara unsur-unsur berubah, sebagian unsur memilih pindah bergabung ke senyawa lain atau membuat senyawa baru. Lagi-lagi hal itu hanya bisa terjadi bila ada perubahan drastis atau diskrepansi dengan lingkungan luar. Secara natural semua atom mengalami proses decaying, semua memiliki waktu paruhnya sendiri.

Sebuah perang besar bisa menyebabkan perubahan drastis. Perang Dunia Kedua misalnya, mengakhiri imperialisme jerman, turki dan italia, termasuk kolonialisme di sejumlah penjuru dunia. Hal itu dapat diibaratkan dengan reaksi nuklir yang memecah suatu atom menjadi atom yang lain setelah dihujani oleh tembakan energi yang sangat hebat.

Maka kalau kamu mengkhawatirkan perpecahan atau hilangnya persatuan dan kesenyawaan antara unsur2 di Indonesia, perhatikan apa yang terjadi di lingkungan luar Indonesia. Itulah fondasi dari semua posisi visimisi Prabowo Subianto.

Comments

comments