UAS, UAH, AaGym, GN dan Abah Kenapa ke Prabowo?

OLEH AENDRA H. Kartadipura*)

Yang membedakan Prabowo pada Pilpres 2019 begitu banyak dibanding 2014. Kini seperti sebuah energi baru yang akan bangkitkan Indonesia.

Selain ia punya calon wakil presiden yang enejik. Prabowo juga punya kekuatan baru saat Pilpres 2019 ini. Belum lama tokoh islam menguatkan dukungannya. Ustad Abdul Somad (UAS), Ustad Adi Hidayat (UAH), Abdullah Gynastiar (Aa Gym) dan juga saya dengar belakangan Arifin Ilham. Soal ulama lainnya jelas, karena Prabowo sudah didukung Ijtima ulama dimana absolut mendukung Prabowo.

Tulisan ini hanya ingin mengingatkan, bahwa Pilpres 2014 dan 2019 BEDA dengan huruf besar. Bahkan bedanya banyak. Ya banyak karena ada sejumlah poin yang penting memberikan kekuatan baru pada Prabowo. Yang tidak dipunyai Prabowo pada 2014 kini sangat dikuasai di Pilpres 2019. Ups jangan bangga dulu..karena permainan belum selesai, dan ini dalam minggu tenang.

Baiklah mari kita runut bahwa Prabowo sebagai Capres 2019 kini datang didukung mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo (GN)–sebelumnya mantan Panglima TNI senior GN sudah lama dukung Prabowo Joko Santoso yang menjadi ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Sandi– secara kekuatan paslah dengan pasangan 01 yang juga ada dua mantan Panglima TNI, ada Wiranto dan Moeldoko.

Gatot Nurmantyo pada sambutan kampanye akbar “Indonesia Menang” bersama Prabowo-Sandi di Surabaya, seperti dilansir Antara, (12/4/2019), mengatakan paparan tentang wawasan kebangsaan serta mengaku sengaja datang ke kampanye akbar Prabowo di Surabaya karena panggilan bangsa dan merah putih.

“Ingat, jangan disia-siakan satu suara anda karena akan dipertanggungjawabkan,” kata Jenderal bintang empat mana sempat juga digadang akan maju jadi Capres.

Energi lain datang dan menjadi tambahan energi baru dari tokoh media. Mantan menteri BUMN, Dahlan Iskan alias Abah, Abah sebenarnya 2014 mendukung petahana, namun entah kenapa kini dia sudah siap dan menyatakan dukung Prabowo Sandi.

Dukungan itu diberikan Dahlan disampaikan saat menghadiri pidato kebangsaan Prabowo di tempat yang sama dengan GN, Jumat (12/4/2019). Dukungan Dahlan untuk Prabowo lantaran pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak tercapai. Salah satunya, pendapatan perkapita rakyat Indonesia yang belum mencapai 7000 hingga 9000 USD per tahun sesuai harapan Dahlan. Serta sejumlah program belum terlaksana.

“Karena itu saya menjatuhkan pilihan hari ini kepada Pak Prabowo bukan karena mempertimbangkan nasib saya selama lima tahun terakhir, kalau itu saya anggap risiko saya sebagai pengabdi seperti risiko Pak Jokowi menjadi presiden difitnah selama 4,5 tahun bahkan seperti juga seperti Pak Prabowo difitnah selama 17 tahun,” kata Dahlan.

Mantan Dirut PLN tersebut pun bercerita pada lima tahun lalu para pimpinan Dahlanis se-Indonesia berkumpul untuk mengambil sikap apakah memihak Jokowi atau Prabowo.

“Waktu itu sebenernya keputusan terbanyak memihak ke Pak Prabowo tetapi saya veto kita harus memihak Pak Jokowi karena program progam pak Jokowi itu. Nah sekarang tahun ini, ganti saya yang ikut pimpinan pimpinan Dahlanis itu,” pungkas mantan Menteri Zaman SBY ini.

Ada juga saya temukan hal yang menarik sang pembuat Mobil Listrik Ricky Elson yang juga satu dari pengikut Dahlan sejak merancang mobil listrik dalam akun IG-nya menyatakan sikap isinya:

Karena engkau Abah @dahlaniskan19 telah memutuskan demikian, Maka InsyaaAllaah hari ini tekad ini sudah kuat.

SAYA , Ricky Elson
Dengan sadar menyatakan Dukungan penuh pada Paslon No 2, Bapak Prabowo 
@prabowo dan Bang Sandi @sandiuno , untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, di Pemilihan Presiden 17 April 2019 ini. InsyaaAllaah, juga akan terus berjuang bersama menjadikan Negri ini lebih baik. Dimulai dari #MembangunDiri untuk #MembangunNegeri bersama #LenteraBumiNusantara

Di IGnya juga Elso bahkan mengatakan bahwa Buat Sahabat yang tidak berkenan… Atas postingan saya ttg Politik
Mohon maafkan dan izinkan saya menyampaikan Aspirasi saya. 
Jika masih tidak berkenan. 
Silahkan Blok akun saya.

Ciheras, 20190412
#DahlanIskanDukungPrabowoSandi
#SAYAPUNakanBEGITU

Dalam peta saat ini, kekuatan semua itu mungkin bisa jadi para tokoh ini melihat dinamika yang terjadi. Terutama saya kira ada faktor lain yang lebuh kuat adalah Emak-Emak militan yang dukung pasangan 02. Adanya emak-emak ini tak usah dijelaskanlah sudah banyak kenyataan. Emak-emak militan dukung Parbowo-Sandi itu bisa saja cari di medsos dan cek di jejak digital begitu berjibun ampyun.

Lantas Milinial yang dalam hal ini ceruk suaranya ada 80 juta, ini jelas Sandiaga Uno mewakili milinial. (Silakan cek juga, tak usah dihitung jumlahnya, selain milinial itu bahkan emak-emak sampai nenek-nenek makin klepek-klepek kalau Sandi turun di lapangan — sekadar catatan hal ini terjadi maaf ya 2014 “mungkin” milik Jokowi kalau turun ke pasar atau kemana-mana pasti seperti Sandi saat ini– cuma Sandi lebih dahsyat lagi rupanya karena sudah 1500 lebih titik yang dia kunjungan di Indonesia). Ini fenomena sekaligus realitas yang terjadi.

Dalam Pilpres 2014 nampaknya tak separah sekarang, saat ini ulama diperebutkan sebagai taruhan dukungan polirik. Doa di ulang-ulang bahkan direvisi. Tahun 2014 JK yang pasangan Jokowi dikenal tokoh NU ikut berikan kontribusi besar. Selain JK punya suara besar di Indonesia Timur.

Tahun 2019 ini dukungan ulama terpecah atau bahkan berebut doa dan soal bahkan dibuat reka ulang. Ulama, Kyai, Habaib, dll, masa muslim suaranya ada di dua pasangan Pilpres 2019, namun masa 212 –yang ini jangan dianggap enteng– ini bahkan menjadi point penting. Penting karena Prabowo ada dukungan masif dari 212, selain masif massa ini militan dan kuat. Masa 212 nampaknya lebih dikuatkan lagi seperti katakan diatas dengan Ijtima ulama dimana absolut mendukung Prabowo.

Sosmed alias Sosial Media pasangan 02, katanya lebih kuat saat ini dibanding 2014. Tahun 2014 Prabowo habis oleh Jasmev untuk urusan media social. Tapi ya bisa jadi maka kekalahan Prabowo itu bukan hanya kalah di media mainstream tapi di sosmed saat 2014 terhempas, lambat merespon isu, bahkan busser 2014 itu ratusan gentayangan di dunia maya bahkan konon media mainstream ada yang ikut jadi busser.

Tapi kini beda. Sosmed Prabowo kuat, hingga akhirnya patahana di hari pers (Februari) sampai mengatakan tak bisa percaya Medsos, tapi saya melihatnya ini kode saja. Justru Joko Widodo justru dinilai menunjukkan kekhawatiran dengan pernyataannya tidak percaya media sosial. “Pak Jokowi sepertinya sadar kalau memang netizen menunjukkan sentimen negatif kepada Pak Jokowi dan Kyai Ma’ruf sedangkan Pak Prabowo dan Bang Sandi sangat positif di media sosial,” kritik koordinator Prabowo-Sandi Digital Team (PRIDE), Anthony Leong di Jakarta.

Anthony yang juga anggota Direktorat Media dan Komunikasi Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi siap membuktikan data kekalahan Jokowi-Maruf di pembicaraan media sosial melalui metode big data. “Ini era big data, semua data digital bisa dicapture. Kami akan maksimalkan algoritma di media sosial untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas Prabowo-Sandi. Jokowi menang di sosmed 2014 jangan karena sekarang kalah jadinya tidak percaya,” lanjutnya.

Dari sejumlah hal diatas analisa saya bahwa pasangan 02 makin matang atau ada banyak fenomema terjadi.

Untuk itu jadi bisa disimpulkan bahwa UAS, UAH, AaGym, GN dan Abah Kenapa ke Prabowo? Karena mereka melihat fenomena yang terjadi saat ini. Dan akhirnya kita nanti kita lihat saja apa yang terjadi pada 17 April nanti, apakah ada kejutan atau biasa saja? Kita tunggu saja. Tabik!!!

*) wartawan Senior

Dimuat hari ini 13 April 2019 di Pribuminews.co.id

Comments

comments