APA BETUL LUHUT DIUTUS PRESIDEN?

ist

Oleh : Nasrudin Joha

Saya paham benar, tidak mungkin seorang Luhut berkomunikasi dengan Prabowo untuk mewakili atau diutus Presiden. Bahkan, bisa saya tegaskan ikhtiar menemui Prabowo itu murni untuk kepentingan Luhut sendiri.

Saat menjadi Kastaf kepresidenan, publik sudah mengindera Luhut itu Kastaf rasa Presiden. Bahkan the real Presiden adalah Luhut. Sementara Jokowi ? Dia, hanya boneka yang dimainkan sang dalang.

Untuk pertemuan dengan Prabowo ? Untuk kepentingan siapa ? Ya, pasti untuk kepentingan Luhut sendiri. Karena nasib Jokowi, juga nasib Luhut. Jika badai politik menimpa Jokowi, itu juga akan memporak-porandakan bisnis Luhut.

Jadi benar, saat ini, Luhut, juga orang orang disekitar Jokowi berjibaku membela Jokowi, sebenarnya tidak untuk membela Jokowi. Luhut, dan orang disekitar Jokowi berjibaku hakekatnya membela dirinya sendiri. Sebab, prahara politik yang menimpa Jokowi, juga otomatis menimpa lingkaran Jokowi.

Soal puja puji Luhut kepada Prabowo ? Itu mah biasa, lips Service. Prabowo memang telah menunjukan sikap ksatria, patriot, pejuang bangsa, dan mengunjungi tinggi amanat dan mandat suara rakyat. Karena itulah, rakyat meminta Prabowo tetap konsisten dengan deklarasi kemenangannya.

Sementara rezim ? Pengkhianat kedaulatan rakyat, berlaku curang tetapi meminta rakyat dan rival politik berkompromi dan mengakui kemenangan hasil curang. Jadi, kalau ingin dikenang sejarah bangsa sebagai pemegang amanat dan kedaulatan rakyat, semestinya rezim menghentikan semua dusta dan kecurangannya.

Memang benar, semua keadaan baik, dan tetap dalam keadaan baik, semua rakyat akan mengelukan pemimpin yang dipilihnya, bukan pemimpin yang berlaku curang. Rakyat, sedang menunggu pelantikan Presiden hasil pilihannya, bukan Presiden hasil curang.

Menjadi tidak baik, jika rezim memaksa melantik pemimpin pendusta, pelaku curang. Menjadi bermasalah, jika kebohongan dan kekalahan dipaksa agar diakui sebagai kemenangan dan dilegitimasi.

Sebenarnya, jika itu hanya dan sekedar soal makan bersama, telpon telponan, tentu tak harus menunggu usai kecurangan Pilpres ramai bukan ? Ya, saat ini semua yang memegang Gadget itu mudah untuk membaca motif dibalik manuver politik tertentu.

Pak Prabowo, bulatkan niat kuatkan tekat. Apalagi sebentar lagi Ramadhan. Bagi umat Islam, berjuang membela kebenaran dan keadilan di bulan Ramadhan itu berlipat pahalanya. Mendapat beban perjuangan di bulan Ramadan, itu akan lebih membuat umat Islam semakin militan. Perang Badar, dimenangkan oleh Rasulullah SAW pada bulan Ramadhan.

Wahai rezim, jika ingin memperoleh maaf dari rakyat, segeralah bertaubat. Jangan memaksa rakyat melakukan tindakan yang kalian takutkan. Jika kebenaran ditegakkan, keadilan diproklamirkan, kemenangan diberikan kepada yang berhak, maka itulah sejarah bangsa yang akan dikenang anak cucu.

Terapi jika yang curang ngotot ingin menang, orang zalim ingin terus memimpin, maka ini juga akan menjadi sejarah, dimana setiap Tiran pasti akan tumbang melawan kehendak rakyat.

Comments

comments