CBA: Tim Akselerasi Jabar Harus Dibubarkan, KPK Harus Periksa Gubernur Jabar

Uchok Sky Khadafi /Foto: Beng

PRIBUMINEWS.CO.ID –  Kisahnya, soal Tim Akselerasi Pembangunan atawa (TAP) bentukan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang didasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 060.2/Kep.1244.Org/2018 dikeluarkan 27 November 2018 kini mendapat sorotan dari Centre for Budget Analysis (CBA).

Direktur CBA Uchok Sky Khadafi mengatakan Tim Akselerasi Pembangunan sebaiknya dibubarkan saja, karena hanya akan meguras anggaran negara. Selain itu TAP itu terlalu bau nepotisme (KKN).   

Soal TAP ini menjadi polemik baru bagi Gubernur Ridwan. Harusnya dengan banyak kritik atas kinerja RiKa mulai dari aktivis bahkan sampai mantan menteri, yang duduk di TAP itu Gubernur peka.

“Tim TAP ini hanya akan boroskan anggaran, jika alasannya ingin seperti DKI Jakarta, Jabar berbeda. Jakarta itu daerah khusus Ibukota,” jelas Uchok saat dimintai pendapat TAP di Jakarta, Rabu,24 APril 2019.

Seperti kita tahu Tim TAP terdiri dari tim inti yang didalamnya ada 19 orang pakar dengan latar belakang berbeda.

Ada mantan menteri,  rektor, ada mantan rektor ada juga mantan Komisioner KPK, Komisioner Komisi Pemilihan Umum Jabar ada juga mantan Pemimpin Redaksi ada juga mantan Pangdam dan pakar lainnya, ada mantan timses dan juga adik kandung Sang Gubernur yang ini KKN.

Ditambahkan Uchok bahwa membentuk  TAP Jawa Barat ini seperti di Jakarta itu ada TGUPP ini sangat aneh dan janggal. “Yang jelas ini akan bocorkan anggaran dan ini harusnya KPK bisa memeriksa Gubernur dananya darimaa dan buat pa kegunaannya,” ungkapnya.   

Saat ini Gubernur Jabar tak hanya membentuk TAP namun juga sudah membuat Tim Saber Hoax,Tim Jabar Quick Respon. 

“Ini patut dipertanyakan dan KPK atau aparat hukum bisa mempertanyakan anggaran itu. Kami di CBA yang mantau semua anggarakan yang ada di APBN atau APBD,” papar Uchok

Tim  TAP di Jabar ini menjadi gemuk kelihatannya, apaka hini upaya balas jasa RiKa ke para timsesnya, dimana ada juga mantan KPU Jabar  Ferdhiman Putera Bariguna yang namanya terselip sebagai Dewan Eksekutif  nomor urut 5 dari tujuh nama nama lainnya. Adik kandung Gubernur Elpi Nazmuzzaman, Juwanda, Sri Pujiyanti, Ridwansyah Yusuf Achmad, Lia Endiani (Timses Pilgub Jabar), Wahyu Nugroho dan Wildan Nurul Padjar.

Pada posisi ketua TAP, RiKa mempercayakan kepada Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad, Ketua Harian Arfi Rafnialdi (timses PilgubJabar).   Jadi untuk semua ini silakan Kang RiKa bias menjawabnya.

Ketua Tim Akselerasi Pembangunan (TAP) Tri Hanggono Achmad pernah mengatakan tim ini dibentuk karena pembangunan Jabar ke depan menghadapi banyak tantangan. Sehingga, menurut dia, Pemprov Jabar memerlukan banyak masukan untuk menjalankan setiap programnya.   

“Gubernur bentuk tim ini karena kami mendapat tantangan kompleks destruksi perasingan, bangsa, bukan Jabar. Karena Jabar punya potensibesar signifikan untuk daya dukung,” ucap Tri dilaman Detik, 17 Januari 2019) 

Posisi dewan pakar yang diisi oleh 9 orang pakar dengan beragam latar belakang keilmuan. Seperti Erry Riyana Hardjapamekas mantan Wakil Ketua KPK dan mantan petinggi PT Timah, Idratmo Soekarno pakar atau dosenteknik sipil ITB, Bernardus Djonoputro seorang pakar lulusan ITB, Evi S Saleha mantan Pelaksana Harian (plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung dimana dulu Ridwan sebagai Walikota dia boyong ke Gedung Sate, Budi Raharjo pakar teknik komputer ITB, Budhiana Kartawijaya mantan Pemimpin Redaksi Pikiran Rakyat, Kusmayanto Kadiman mantanMenteri Negara Riset dan Teknologi dalam Kabinet Indonesia Bersatu (Zaman SBY), Asep Warlan pakar politik Unpar dan Dedi Kusnadi Thamim mantan Pangdam III Siliwangi.   

“Kami di CBA jelas setelah menganalisa dan menelaaah ada baiknya Tim TAP ini dibubarkan saja dan membuat hal yang lebih kongkrit lainnya dalam membangun Jabar misalnya solusi Citarum atau hal lainnya,” pungkas Uchok.

Nah Kumaha Pak Emil?

ATA /PRB-RED09

Comments

comments