MENJAGA KREDIBILITAS PEMILU

MENJAGA KREDIBILITAS PEMILU

Sejak adanya kisruh DPT tahun lalu, kita sudah minta agar sistem teknologi informasi KPU diaudit untuk menghilangkaan prasangka sekaligus menjamin Pemilu 2019 bersifat kredibel serta akuntabel. Tapi tidak ada tanggapan positif terhadap permintaan tersebut. Pun ketika permintaan audit beserta sertifikasi keamanan itu disampaikan oleh pakar-pakar IT, juga dianggap sepi.

Setiap bentuk ketidakpercayaan publik seharusnya dijawab dengan jaminan serta pembuktian bahwa sistem teknologi informasi KPU bersifat secure dan kredibel, bukan dijawab dengan tuduhan mendelegitimasi penyelenggara Pemilu. Itulah pentingnya audit dan sertifikasi dari lembaga lain yang berwenang dan punya kapasitas untuk melakukannya.

Pesta demokrasi harusnya dirayakan dengan kegembiraan, bukan dengan kecemasan. Tapi kegembiraan itu terbukti gagal dihadirkan. Banyak orang jadi tidak bisa tidur nyenyak karena khawatir kalau suaranya dalam Pemilu kemarin terdilusi oleh sistem hitung KPU yang sudah terbukti memuat banyak kesalahan.

Isu ini bukan lagi tentang Prabowo atau Jokowi, tapi tentang mengawal suara publik. Semua warga negara, apapun preferensi politiknya, mestinya merasa berkepentingan dan ikut mengawasi jalannya rekapitulasi suara.

Setiap kecurangan yang bisa mengurangi kredibilitas penyelenggaraan Pemilu harus sama-sama dilawan. Jangan diam hanya karena yang merasa dicurangi adalah kubu lawan politik Anda. Sebab, kecurangan serupa bisa jadi juga kelak akan menimpa Anda, untuk konteks dan persoalan yang lain.

Jadi, isu Pemilu Jurdil adalah tentang hak kita sebagai warga negara, bukan tentang bagaimana preferensi politik kita.

Tarli Nugroho

Comments

comments