Muhammadiyah Bentuk Tim Dokter Forensik, Bantu Pemerintah Buktikan Penyebab Wafatnya Para KPPS

Beberapa tahun yg lalu Pak Busyro, Sy, dkk, membentuk Tim Advokasi yg terdiri dari Pengacara Muhammadiyah dan Dokter2 ahli Forensik dr RS Muhammadiyah dan PTM, untuk mencari keadilan bagi Siyono dan terbukti, hasil autopsi penyebab kematian siyono berbeda dg keterangan polisi.

Hari ini Muhammadiyah melalui Pak Busyro Muqoddas kembali membentuk tim para dokter forensik , untuk membantu pemerintah membuktikan penyebab wafatnya para petugas KPPS yg telah mencapai 500 lebih tersebut. Tinggal keterbukaan pihak kepolisian dan Pemerintah saja.

Sama halnya, ketika saya, Pak Busyro mendampingi keluarga Siyono untuk melakukan autopsi, pihak kepolisian menolak dan melarang, akhirnya dg menggunakan legal standing Komnas HAM dlm proses penyelidikan Polisi tdk bisa menghalangi autopsi yg kami lakukan.

Pada saat itu sy dkk melakukan pendampingan mencari keadilan thdp Siyono berdampak tuduhan thdp sy dkk sbg pendukung teroris dr Ormas yg rajin nuduh2 Radikal yg sll pararel dg suara pihak kepolisian, namun mrk bungkam ktk hsl autopsi thdp jenazah Siyono membantah klaim polisi.

Maka, keputusan Muhammadiyah melalui Pak Busyro yg menyampaikan surat kpd Bawaslu terkait kesediaan memfasilitasi melakukan autopsi dan pendampingan terhdp lebih 500 petugas KPPS yg meninggal, adl langkah maju, untuk mengungkap fakta yg sebenarnya.

Dahnil Anzar

Comments

comments