HAS Namanya

OLEH AENDRA MEDITA*)

Nama Hairul Anas Suadi (HAS). Namanya muncul dan mengejutkan, mengemparkan jagat nusantara dan bahkan dunia. HAS alumni Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB), HAS anak muda yang keren. HAS memilih jadi saksi untuk kecurangan. HAS ciptakan robot pemantau tampilan KPU menit demi menit secara kontinyu. Robot Pemantau Situng KPU ini bikin geger dan menguncang.yang kini jadi saksi dan membuat semua kaget-kaget sampai ke KPU. 

Saya saksikan HAS lantang berbicara depan sejumlah tokoh penting tanah air. HAS seleuruh mata tertuju padamu saat giliranmu berikan sajian IT yang hidup. Seperti sebuah pertunjukan, semua terpana. Semua orang takjub melihat pemaparan temuannya sore itu di Puri Agung Sahid Jakarta 14 Mei 2019. 

HAS tak ada rasa takut, ia ingin buktikan robotnya adalah kekuatan yang ikhlas.

HAS lantang, bahkan sempat berseloroh bahwa dirinya merasa mengatakan robot tidak ikhlas. “Tidak Ikhlas kalau suara Prabowo Sandi dicuri suaranya,”pekiknya.

Kalau melihat kecurangan dan situng maupun dikenyataan tidak Ikhlas…. Takbir…Allahu Akbar… .Allahu Akbar… .Allahu Akbar… 

HAS mengatakan robot ini tak akan ditemukan dimana beradanya. Paten kali barangnya Cak… 

Jujur HAS ini piawai dan inilah yang harusnya diamankan.  

Di Screen Monitoring itu HAS buktikan layar KPU menit ke menit. HAS ingin buktikan bahwa dirinya adalah seorang yang ingin bantu bongkar kecurangan sejumlah tulisan bersebaran di WA Group bahwa orang seperti HAS sangat sedikit. Ada yang menulis HAS akedemisi yang mau keluar dari zona nyaman. HAS mewakafkan dirinya untuk membela kepentingan Bangsa dan Negara. Ini membuat saya makin bergetar. 

PENCIPTA ROBOT PEMANTAU SITUNG KPU

Kini HAS menjadi pembicaraan hebat. Sebuah tulisan apakah itu dari kakak senior atau bahkan Kakak kandungnya yang isinya “Selamat kepada adikku Hairul Anas Suaidi, alumni Elektro ITB, yang telah menciptakan robot pemantau tampilan situng kapeu menit demi menit secara kontinyu. Hasil karyamu telah membukakan mata seluruh rakyat tentang kecurangan ini. Dan menguatkan BPN doing a big step forward.”

 Kemudian tulisan itu dilanjutkan dengan kalimat yang makin sublim,

Anas adalah contoh orang berilmu yang mau “turun ke bumi” untuk memberikan jalan terang atas kegelapan yang sedang terjadi saat ini. Teruslah berkarya untuk negeri ini.

Negeri ini butuh manusia-manusia pintar yang peduli kepada bangsa, negara dan rakyat.

Great job, Anas…

Diatas panggung Puri Agung Sahid kusaksikan HAS tulus menyampaikan dan keikhlasan itu ada dalam jiwa anak muda ini. HAS satu dari kekuatan dan napas bangsa. Ini memang bukan soal pilihan satu atau dua. Tapi HAS adalah sebuah penerang di kegelapan yang 

Berseliwaran kata-kata curang di dalam pesta yang telah usai. 

Saat tulisan akan ditutup  dapat kabar kurang menyenangkan, melalui laman Facebook, HAS mengaku akun WhatsApp pribadinya ada yang retas pihak misterius. 

“WhatsApp saya 0818432110 di-hack. Tolong keluarkan nomor dari semua group,” tulisnya, Kamis dini hari, 16/5/19. Tak hanya WhatsApp, Hairul mengaku pihak tak dikenal juga berusaha meretas akun Telegram-nya. 

“Parah, Telegram tadi mereka gagal. WhatsApp berhasil,” tulisnya di komentar statusnya tersebut, seraya menduga peretasan dilakukan dengan menyadap short messege service (SMS).  Akhirnya lebih baik kita sambut anak bangsa cerdas berakal sehat yang senantiasa akan lahir dalam generasi di dunia ini. 

*)WARTAWAN SENIOR & PENGAGUM AKAL SEHAT

Comments

comments