Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat: Ribuan Massa Tuntut Bawaslu Diskualifikasi Jokowi!

Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat – GNKR yang terdiri atas ribuan peserta aksi dari PA 212, GL Pro 08, RBI, JAPRI, PPI, Ganas Seleb, Pepes, KETI, Indonesia memanggil, JAPAR, RN PAS, Jasha Padi, Prodem Satgas 02, Garuda Merati. Baru PASS, KOBAR, FPI, Emak-emak, Alumni UI Pimp. Asrianty Purwantini, menggelar aksi demonstrasi di Kantor Bawaslu RI atau DKPP Jl. MH. Thamrin, Jakarta Pusat

Sementara tokoh nasional yang terlihat, seperti Amien Rais, Jumhur Hidayat, Sudirman Said (Mantan Menteri Energi dan Mineral 2014-2016), Neno Warisman, Mayjen TNI (Purn) Iwan Suhasana, Letjend TNI (Purn) Soeharto, Ustad Sobri Lubis (Ketum FPI), M. Rusdi (Sekjend KSPI), Titiek Soeharto, Habib Hanif Al Atos (FPI). Bernard Abdul Jabar dan Munarman tampak hadir di tengah-tengah massa aksi.

Dari informasi yang diperoleh diketahui, GNKR dalam aksinya menuntut Bawaslu untuk mengeluarkan pernyataan resmi terkait karut-marutnya pilpres 2019, seperti, pertama, adanya dugaan kecurangan mulai dari pelaksanaan sampai penghitungan di KPU RI, kedua, Usut tuntas kematian 700 penyelenggara pemilu yang menjadi korban demokrasi 2019. Ketiga, mendesak seluruh komisioner KPU mengundurkan diri karena terindikasi tidak jujur atau diduga menaruh keberpihakan kepada pasangan calon no urut 01. dan keempat, menolak pemilu curang dan mendesak pasangan no urut 01 jokowi-amin agar di diskualifikasi.

dari pengamatan Akuratnews di lokasi, terlihat para demonstran membawa poster dan spanduk bertuliskan ‘Rakyat bersatu melawan pemilu curang’, ‘Lawan pemilu curang’, ‘Lawan kejahatan pemilu’, ‘Selamatkan indonesia lawan kedzoliman’ dan ‘tolak pilpres curang’. |AKR/PRB

Comments

comments