Prabowo ke Dubai

Prabowo pergi ke Dubai bersama koleganya. /ist

Apa istimewanya sih Prabowo ke Dubai sampai harus diberitakan. Dari sisi jurnalistik ini menjengkelkan. Pertama, rangkaian fakta yang dijahit gagal menjadi sebuah jalinan kisah yang terpadu. Langsung lompat pada kesimpulan menyamakan kepergian Prabowo ke Dubai seperti waktu ke Yordan.

Kedua. Fakta adanya rombongan orang orang asing yang ikut rombongan Prabowo ke Dubai itu justru lebih menarik. Lha kok malah nggak disorot. Kenapa? Padahal ada orang Jerman, Amerika dan Rusia. Mengapa menarik?

Pertama, Jerman boleh dibilang wakil kepentingan Uni Eropa. AS sudah jelas mewakili kepentingan persekutuan Amerika-Inggris. Menariknya, sejak Inggris keluar dari Brexit, AS dan Inggris dalam ekonomi politik merupakan kutub tersendiri di luar Uni Eropa yang dimotori Jerman dan Perancis.

Lantas bagaimana dengan Rusia? Dengan Amerika memang musuhan berat karena Trump sudah mencanangkan Cina dan Rusia sebagai musuh utama secara politik dan militer.

Tapi ingat. Eropa Barat lewat Uni Eropa, sangat tergantung pada Rusia dalam pasokan gas. Dengan hengkangnya Inggris dari Uni Eropa, Rusia jadi strategis di mata Uni Eropa.

Selain itu, meski sejak 2001 Cina dan Rusia terikat kerjasama solid melalui payung Shanghai Cooperation Organization/SCO, namun ekspansi Cina di Asia dan Afrika di bidang ekonomi bikin negri beruang merah ini nggak happy.

Sehingga kerjasama baru Uni Eropa dan Rusia merupakan sebuah terobosan baru bukan saja untuk mengimbangi Cina. Melainkan juga untuk mengimbangi persekutuan tradisional AS-Inggris.

Lha menariknya, kok ya orang-orang asing dari ketiga negara itu sepesawat sama Prabowo. Bukan sama Jokowi.

Hendrajit, Wartawan Senior

Comments

comments