UNTUKMU KAUM BERPURA-PURA

M. Nigara
Wartawan Senior

PURA-pura atau kepura-puraan, adalah perbuatan yang paling hina dalam hidup. Pura-pura dalam bahasa agama, sama dengan munafik. Al-Quran surat An-Nisa 145 dan At-Taubah 68, menyebutkan ancamannya *neraka jahanam paling bawah dan kekal* didalamnya. Nauzubillah.

Mengapa begitu mengerikan ancaman Allah SWT bagi kaum berpura-pura?

Sungguh, perbuatan kaum berpura-pura itu sangatlah jahat, menyakitkan dan menyesatkan. 
Tak sedikit orang menyebut kaum berpura-pura lebih berbahaya dari apa pun di bumi ini.

Bayangkan, mereka bisa bersembunyi di balik senyuman. Bisa bicara lembut, bisa memeluk dengan hangat. Tapi, di hati mereka tersimpan bara api kejahatan yang paling mengerikan.

Kepura-puraan mereka dapat menelan banyak korban. Bayangkan, kita berpikir mereka bersimpati dan empati, tanpa kita sadari mereka menghujamkan belati. Kita berpikir mereka akan memberi, padahal mereka tikam kita sampai mati. Hebatnya, semua mereka lakukan tanpa ekspresi.

Kaum yang seperti itu, sekarang, sangat banyak terlihat. Dahsyatnya, mereka tampak lebih solid bersatu. Pilpres dan kehidupan berbangsa dianggap baik-baik saja. Hal ini mengingatkan saya seperti dalam Al-Quran, surat An Naziat 24: Firaun berkata: “Aku adalah Rabb (Tuhan) kalian yang paling tinggi!”

Mereka tahu bahwa Firaun bukan Tuhan, tapi untuk keamanan dan kepentingan tertentu, mereka tak ragu menyembahnya.

Mereka tahu Firaun sangat kejam dan dzalim, tapi agar selamat diri sendiri dan keluarganya, mereka tetap memujanya. Mereka melihat rakyat menderita karena kerja paksa untuk membangun piramida, asal diri dan keluarga tak susah, mereka terus membenarkannya.

Ketahuilah Allah tidak tidur. Allah Maha Tahu.

*Terkunci*

Tak kepalang tanggung, dari orang yang paling tinggi jabatannya, kaum elit, kaum intelektual, kaum politisi, hingga rakyat jelata, jika Allah telah mengunci hatinya, maka mereka akan masuk dalam golongan kaum yang berpura-pura.

Mereka pura-pura tak melihat ada penyelewengan, apa pun itu. Mereka bisa menganggap sepele ratusan orang meninggal nyaris di arena yang sama. Mereka hanya akan tertawa meski ada kecurangan di depan mata.

Bahkan mereka tak merasa apa-apa meski di hadapannya banyak pabrik tutup, PHK massal membentang di depan mata. Perusahaan listrik negara rugi, perusahaan minyak negara devisit, bahkan mereka justru tetap bangga meski hutang negara sudah mencapai angka Rp 5 tibu triliun, dan anak, cucu, cicit, dan keturunan mereka kelak ikut menanggungnya.
Mereka tak ragu untuk terus memuja dan memuji.

Sekali lagi, kaum berpura-pura itu banyak. Mereka berani berkata yang tidak berdasar kebenaran. Kebohongan dan kesenangan dunia jadi pilihan utama. Namun sesungguhnya ada setitik cahaya di dalam hati mereka seperti dimaknai dalam Qs An Naml 14: _Dan mereka mengingkarinya karena kedzaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran) nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan_.

Untukmu kaum berpura-pura, teruslah berbalut dalam kepalsuan. Selimutilah kepentingan duniamu rapat-rapat. Terus gapai kedzaliman hingga kelak azab dan api neraka menyambutmu. Nauzubillah….

Comments

comments