Manuver Gabung 01, PAN Dinilai Kontraproduktif

PRIBUMINEWS.CO.ID – Aktivis senior Partai Amanat Nasional (PAN), Imam Wahyudi mempertanyakan manuver sejumlah elit DPP PAN yang ingin mendorong partainya bergabung dalam pemerintahan Jokowi.

“Mengesankan upaya penggiringan yang potensial memicu ‘gonjang-ganjing’ dan pada gilirannya menjadi kontraproduktif. Ibarat keringat ini masih belum kering. Rasanya tak elok, deh,” katanya usai acara “Ngobrol Santai” bersama narasumber Rocky Gerung di Bandung, Jumat petang (5/7/2019).

Deklarator PAN Jabar yang kerap disapa IW ini selanjutnya mengatakan, para pemilih PAN dalam pileg yang serentak pelaksanaan Pilpres 2019 — pada dasarnya sejajar dengan dukungan dan pilihan kepada paslon 02 Prabowo-Sandi. Keduanya saling bersinggungan dan berpengaruh. “Daulat rakyat itu, mengandung pesan — andai pun paslon 02 ‘dikalahkan’ — hendaknya partai-partai pendukung memilih opsi sebagai oposisi,” ungkapnya, sambil menambahkan, “tampil sebagai oposisi lebih terhormat di mata rakyat.”

Ketua Komunitas Wartawan Senior (KWS) Jabar yang dikenal sebagai kader utama PAN mengharapkan, DPP PAN sebaiknya mendahulukan forum evaluasi hasil Pileg 2019 yang mengalami penurunan jumlah kursi DPR RI. Meski perolehan suara naik menjadi 9.572.623 (7,7%) dibanding pada pileg 2014 (9.481.621) atau 7,59%, namun PAN mengalami defisit empat kursi dari sebelumnya 48 kursi (7,57%) yang kali ini tinggal 44 kursi (6,84%).

“Dengan konversi 44 kursi, PAN tergeser dari tradisi ‘5 besar’ konfigurasi DPR RI yang tidak ikut lagi dalam jajaran pimpinan. PAN berada di urutan-8 dari sembilan konfigurasi partai yang lolos ke Senayan,” ujarnya.

Evaluasi itu, lanjut IW, mencakup pula hasil pileg 2019 di Jawa Tengah yang nihil keterwakilan dari sebelumnya delapan kursi DPR RI. “Hemat saya, tidak semata 44 kursi DPR RI — tapi persoalan ‘bombardir’ lawan dengan issue ‘money politic’ dalam kontestasi pileg 2019 di dapil Jawa Tengah yang sebelumnya juga mentradisikan punya wakil di DPR RI dan kali ini nol kursi,” katanya.| ATA

Comments

comments