DI KERETA

DI KERETA
(Variasi atas pertemuan Jokowi dengan Prabowo di Gerbong MRT, Stasiun Lebak Bulus, 13 Juli 2019)

Di gerbong itu Tuan bertemu. Siapa hendak ikut? Sayang, kereta Tuan tidak berhenti lama. Lihatlah, banyak orang kecewa. Di Bandung, Surabaya. Bukan soal tidak bisa naik dengan percuma. Tapi, soal rute yang Tuan pilih berbeda, dari alamat yang tertera pada tiket mereka.

Siapa hendak ikut? Hooii! Rupanya di gerbong belakang banyak pula orang menumpang. Mereka bahkan berdesakan. Sebagian bergelantungan. Sebagian lain mengeluarkan kepala lewat jendela. Terdengar riuh mereka bernyanyi: “sorak-sorak bergembira, bergembira semua, sudah bebas negeri kita…!

Tut! Tut! Tut! Kereta berlari. Jangan ada yang berani melintas, jika tidak mau tewas tergilas. Pintu-pintu lintasan mesti ditutup, semua mulut harus terkatup. Kau ketahui sendiri, kereta terbuat dari besi. Rodanya besi. Jalannya besi!

Di luar jendela, lihatlah, panorama sungguh berbeda. Segala hal berlari ke arah berlawanan, menyelinap ke belakang, menjauh dari kereta. “Kita memang tidak akan ke Bandung atau Surabaya. Kita punya rute sendiri, ke Jayagiri, lantas berbelok ke dalam sejarah sendiri”. Kereta pun terus berlari. “Sorak-sorak bergembira, bergembira semua…!”

Duka diseka
Luka menganga.

Yogyakarta, 14/07/19

Comments

comments