WAJAR JIKA BOIKOT TRAVELOKA DAN TOKOPEDIA

by M Rizal Fadillah

Jika Menkominfo Rudiantara tidak menarik langkah MOU dengan Saudi Arabia yang menggandeng hanya Tokopedia dan Traveloka berarti “nekad” berjalan melabrak berbagai peraturan perundang-undangan yang ada. Umroh adalah kegiatan ibadah yang menurut aturannya hanya dapat diselenggarakan oleh PPIU muslim. Akan tetapi jika tidak ada koreksi baik dari Menkominfo maupun Pemerintah cq Presiden RI, maka satu satunya jalan adalah boikot produk kedua unicorn tersebut.

Pilihan pahit tentunya, akan tetapi itulah wujud koreksi terakhir jika tidak mau melakukan pelurusan kebijakan yang dinilai keliru dan meresahkan. UU 8 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umroh tegas mensyaratkan PPIU harus “Warga Negara Indonesia beragama Islam”. Traveloka dan Tokopedia dimiliki oleh “Non Muslim” jadi tidak memenuhi syarat sebagaimana diatur oleh Undang Undang. Meskipun Traveloka dan Tokopedia bukan PPIU hanya penyedia platform digital, akan tetapi untuk memasuki kegiatan Umroh maka mau tidak mau syarat “syariah” dan “ibadah” menjadi melekat. Apalagi bekerjasama dengan Saudi Arabia dalam kegiatan ibadah umat Islam.

Semestinya Menteri Rudiantara peka dengan hal ini. Demikian juga dengan Traveloka dan Tokopedia menyadari akan keberadaannya. Tidak bersedia atau tidak berniat untuk memasuki kegiatan bisnis “syariah” dan “ibadah” yang dikelola oleh Biro Perjalanan Wisata bersyarat “beragama Islam” seperti ini. Disaat “Wisata Muslim” digencarkan dan “Usaha Syari’ah” dipersyaratkan, maka ironi jika kegiatan ibadah umroh digantungkan pada digital umroh enterprise yang nota bene “non muslim”. Apakah tidak ada alternatif lain yang bisa dilakukan ? Sangat bisa dan banyak opsi untuk itu. PPIU nya sendiri akan siap memasuki ruang digital umroh, beberapa diantaranya sudah terbiasa menjadi provider atau wholeseller.

Gerakan boikot Traveloka dan Tokopedia bukan hal yang tak mungkin untuk dilakukan, khusus untuk pelayanan digital umroh. Hal ini sebagai pilihan atas pemaksaan bisnis yang berdampak sistematis. Ruang peka keagamaan. Unicorn itu bukan hanya kedua perusahaan tersebut sehingga tidak wajar jika monopoli dipraktekan oleh Traveloka dan Tokopedia atas proteksi Menkominfo. Pergaulan usaha umat Islam sulit untuk menerima ini, karena semua tahu bahwa umroh adalah ibadah.

umrohadalahibadah

*) Pemerhati Politik dan Keagamaan

Bandung, 23 Juli 2019

Comments

comments