Ada Apa dengan Museum Bandung yang Kisruh dan Patung RK Disimpan di Gedung Pakuan (Bagian 2)

PRIBUMINEWS.CO.ID — Lahirnya MKB adalah hasil dari keputusan Walikota Bandung No. 648/Kep598-Disbudpar/2015, tanggal 25 Juni 2015 : Tentang Pembentukan Tim Pendirian Museum Sejarah Kota Bandung.

Ridwan Kamil tentu tidak serta merta begitu saja bahwa Museum ini dibangun. Ia juga ingin ada patung setengah badan (torso) dirinya dipajang di depan halaman museum.

Sebenarnya pada pendirian Museum Kota Bandung, tujuan utama pendirian adalah mendokumentasi dan memamerkan warisan Bandung ini kepada bangsa, bain Indonesia maupun dunia. Betapa mulia ini.

Museum juga bertujuan bahwa dengan Museum Kota Bandung untuk meluruskan kembali sejarah kota Bandung. Sebagian data sejarah terlupakan, sebagian lagi tidak terdokumentasi dengan baik dan karena atmosfir politik pada masa lalu maka banyak data penting sejarah kota Bandung yang tersamarkan.

Dari sisi Pariwisata ini akan menjadi destinasi baru – objek wisata Bandung yang memberikan citra positif dan mengembalikan aura Bandung sebagai kota pusat intelektual.

Tempat yang dijadikan Gedung  MKB yang digunakan memang sebauh gedung cagar budaya kelas A dulunya gedung yang dibangun pada 1925 adalah sekolah freemason bagi anak -anak dibawah 6 (enam) tahun.

Gedung ini awalnya milik Prov Jabar setelah ada tukar guling makan menjadi aset pemda kota Bandung. Bahkan gedung sudah masuk Bangunan cagar budaya (BCB) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, secara aset milik kota Bandung. Bukan hanya sangat ideal untuk menjadi museum tapi secara lokasi ada ditengah kota dan  publik sangat mudah menjangkaunya.

Dengan tipikal gedung sekolah masa lalu dan masuk heritage arsitektur maka gedung ini ada dipasang patung tokoh Dewi Sartika. Sedang para tokoh yang pernah menajdi Walikota ada di dalam yang dikemas dalam mozaik. Ada keganjilan di depan gedung

yang terletak di jantung kota  Jalan Aceh No. 47 – 49 Bandung ini didepan ada base untuk sebuah patung. Inilah yang menurut sumber kami, harusnya dipajang patung pegagas museum kota Bandung. Siapa lagi kalau bukan Walikota yang kini jadi Gubernur Jabar M Ridwan Kamil (RiKa)

Rencana Patung Torso RiKa itu ternyata masuk daftar lelang dengan Pagu Rp. 197.500.000 untuk pembuatan patung torso Walikota RiKa.

Nilai pembuatan patung Rp.120.000.000 , dibayarkan oleh kontraktor  Rp.50.000.000 ; sisanya Rp. 70.000.000 dibayar oleh Museum. Tapi gagalnya lelang diatas dan penerimaan dana APBD kedua. Gagal lelang tersebut pernah ada  dalam rapat yang dipimpin Sekda dikoreksi dengan istilah “tidak dilelangkan”.

“Ini aneh kan sudah dirilis ada lelang, kok digagalkan. Soal patung yang mantan Walikota Bandung Ridwan Kamil yang mana kini jadi Gubernur Jabar, tapi patung yang dibuat pernah dibuatkan salah satu pematung Bali yang menetap di Bandung, namun patung tak ada dipajang,” jelas Uchok Direktur Center For Budget Analysis (CBA).

Uchok menilai ada kasus yang aneh terjadi atas sejumlah lelang yang terjadi di Dinas Pariwisata Kota Bandung, ini aneh data kami yang didapat bahwa ada pelelangan gagal , akhir Tahun 2017 ada 2 (dua) paket PL dari dana APBD 2017 , senilai : Pagu Rp 198.000.000 untuk pembelian dan produksi materi, dari kontraktor Rp. 120.000.000,-
Nilai Produksi Materi Pamer Rp.461.165.475 (dana APBD yang didapat dari
kontraktor Rp. 120.000.000 , dana dari pihak ke 3 Rp. 61.165.475, kurang
bayar ke kontraktor Rp. 250.000.000).

“Ada baiknya Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) harus mengusut kasus adanya dugaan korupsi proyek lelang patung dan lainnya di Museum Kota Bandung, dan KPK harus mengusut kasus ini karena ada lelang yang digagalkan dan tidak boleh penunjukan langsung,” beber Uchok.

Salah satu interior Museum Kota Bandung

Terkait kasus ini semoga saja KPK berani menetapkan tersangka karena jelas ada banyak indikasi yang merugikan negara. Itu satu sarana di Museum kota Bandung, sebelumnya pembangunan museum gedung baru yang ada  tiga lantai yang tidak sesuai spek untuk kelas museum juga patut diperiksa, papar Uchok.

“Pengusutan kasus ini harus bisa dibuktikan karena diduga banyak intervensi birokrasi politik yang masuk dalam rencana peresmian Museum Bandung, yang ternyata hanya peletakan batu pertama pada 31 Oktober 2018 oleh Walikota saat ini, yaitu Oded M. Danial, dan kenapa patung itu tak ada juga, bukannya sudah dibayar?” tanya Uchok

Sumber kami di lingkaran dalam mengatakan, ribut-ribut soal Patung itu di Museum Kota Bandung, ternyata patungnya kini disimpan dan sengaja disimpan di Gedung Pakuan alias rumah dinas Gubernur Jawa Barat. “Patung sudah diminta di simpan di pakuan, atas intruksi salah satu kepala Dinas, dan awalnya juga dia yang minta patung dipajang di Museum, tapi karena yang peletakan batu pertama bukan Walikota pengusul MKB, maka tak jadi,” ujar sumber kami yang belum berani disebutkan namanya.

(BERSAMBUNG) Ikuti bagian 3 – Selamatkan Kisruh Museum Bandung, Hanya Gubernur dan Walikota yang Bisa Selesaikan untuk Kebaikan Semua 

 

 

Comments

comments