Benarkah Pribumi Rasis?

Muslim Arbi/AHM

Oleh: Muslim Arbi, mantan aktivis HMI ITB

99% Bandar Narkoba perusak generasi muda Pribumi adalah orang CINA.
Yang ditangkap dan dihukum berat pengedar teri dan pengguna yang 99% RAKYAT Pribumi.

Koruptor BLBI merugikan 700 triliun 99% adalah Bankir CINA dan tidak disentuh hukum, 99.99% korban Korupsi BLBI adalah RAKYAT Pribumi. Rasiskah….???

99.99% Pelaku Transfer Pricing yang merugikan Negara puluhan triliun rupiah per tahun adalah orang Cina. Korbannya 100% RAKYAT INDONESIA. Rasiskah….???

99% Bandar Judi Online, Togel, dsb adalah orang cina.
Pemain judi yg menjadi korban judi online dan togel 99% adalah Pribumi. Rasiskah….. ??

Pemilik Karaoke, Diskotek, Bar, Cafe, Prostitusi di kawasan Kota perusak moral adalah Cina.
Hampir 60% konsumennya adalah Pribumi Rasiskah….???

90% Pelaku Suap ke Pejabat2 RI adalah Cina. 99%, Koruptor yg ditangkap adalah Pribumi.
RAKYAT menggugat diskiriminasi KPK. Rasiskah….????

Kredit yang jaminannya telah dieksekusi untuk melunasi hutang, Banu Anwari seorang Pribumi tetap divonis 16.5 tahun penjara,
Samadikun orang Cina ngemplang 1.3 trilyun vonis 4 tahun,
Sujiono Timan orang Cina ngemplang 1.1 trilyun, buron dan bebas.
Kita membandingkan ketidak adilan ini, rasiskah?

99% Perusak Hutan dan lingkungan Indonesia adalah Cina.
Korbannya adalah RAKYAT dan Negara Indonesia.
RAKYAT memprotesnya. Rasiskah…..???

90% pemilik HPH & perkebunan swasta besar penguasa 9 juta hektar tanah Indonesia adalah Cina.
RAKYAT protes gigit jari. Rasiskah…..???

90% Perusak Negara ini dari dulu hingga hari ini adalah orang Cina seperti Ahok dan sejenisnya. Pribumi bangkit melawan Cina.
Rasiskah…??

90% Pemilik Media Televisi penghancur karakter bangsa adalah orang Cina.
RAKYAT Pribumi menggugatnya. Rasiskah….???

Penyebar Budaya Suap/Korupsi di Indonesia adalah orang Cina.
Suap/korupsi adalah budaya cina ribuan tahun dan Pribumi jadi korbannya. Sara….???

Wahai Penguasa yang masih WARAS OTAKNYA Wahai penguasa PIARAAN PENJILAT CINA Inilah suara Pribumi tertindas untuk orang2 CINA, Ahok dan sejenisnya..!

Negeri ini milik Pribumi Merdeka dengan Bertaruhkan darah nyawa Dan air mata..!
Pribumi Tak rela dirampok Cina korup arogan penindas rasis, Lawan..!

MARI KITA UJI, PRIBUMI ATAU ETNIS CINA YANG LEBIH RASIS.

Apakah ada Pribumi yg marah / menuduh Kwik Kian Gie sebagai Koruptor dan Rasis….??? TIDAK ADA…

Apakah ada Pribumi yang tidak mengagumi Rudi Hartono atau Liem Swie King..?
TIDAK ADA..!

Adakah Pribumi yg memaki maki Alvin Lie atau Sofyan Tan….??? TIDAK ADA…!!!

Apakah ada Pribumi yang membenci Felix Siauw…???
TIDAK ADA….!!!!

Coba lihat Salim Grup, Sinar Mas Grup, Eka Tijpta, sangat rasis pada Pribumi.
Apakah ada Pribumi menuduh Teddy Permadi Rahmat rasis….??
TIDAK ADA..!
Pemilik Salim dan Sinarmas Grup sejak berdiri sampai hari ini TIDAK memperlakukan sama Pribumi dan non Pribumi, Ini Yang Sebetulnya Sangat Rasis…..!!!
Beda dengan Djarum Grup – yg bahkan melahirkan jagoan pebulutangkis yg mengharumkan Indonesia, juga beda dengan ASTRA Grup, di Sinarmas, Salim dll, tidak ada Pribumi  jadi General Manager, Kadiv, VIP terlebih Direksi ………….

Kesimpulannya, Pribumi sebagai mayoritas menerima sepenuhnya orang Cina menjadi bagian dari Bangsa Indonesia.
Tapi mayoritas Cina sebaliknya…
Malah memanggil kita dengan sebutan TIKO, yang artinya stratanya dibawah mereka/ dengan kata lain warga kelas bawah/ pembantu/ budak, alias mereka lebih unggul.

Salahkah Bila Pribumi melawan penindasan….??

Bung Hatta Pernah Bilang = Lebih Baik Indonesia Tenggelam Ke Dasar Lautan Dari Pada Jadi Embel-embel Bangsa Lain….!!!

Situasi spt ini kpn akan berubah jika para Ulama, Tokoh masyarakat, para cendikia, dosen,mahasiswa, tokoh haroqah, ormas ormas semua atau paling tdk mayoritas memilih diam dan bungkam ?
Bukankah dg sangat ekspkisit Alloh SWT  menyatakan,  bahwasanya Alloh tidak akan merubah nasib satu kaum sampai mereka berusaha secara optimal merubah nasib mereka sendiri..??!

Qum fa andzir..!!!
Ayo bangun…,
Lemparkan selimut ketidakperdulian..!!!
Lalu berikan peringatan..!!!

(Catatan Muslim Arbi ini pandangan pribadi sang penulis)

sumber: kfts

Comments

comments