Secuil Catatan 12 Tahun Global Future Institute

OLEH AENDRA MEDITA *)

Global Future Institute (GFI) berulang tahun ke 12. Di gedung Daria kawasan Iskandarsyah Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Mereka merayakan Milad dengan sangat sederhana, namun penuh makna. Hadir para pendiri antara lain Hendrajit, Harry Samputra Agus, Andri Anto, Joko Wiyono, Hamzah Fansyuri.

Para aktivis, jurnalis pemikir bangsa pun hadir.  Hari ini, 12 tahun lalu (11 Oktober) GFI lahir dan bergerak  terus, sampai saat ini. Di tengah gelombang informasi global yang besar GFI hadir dengan analisa dan kajian yang rutin dan menukik.

GFI Memang mengubah wajah lain dari strategi sebuah lembaga, karena lahirnya berbasis komunitas. “Kami membangunnya dengan kajian dan terus mengamati dunia global,” ujar Hendrajit Direktur Ekskutif GFI dalam sambutannya.

GFI merespon semua kekuatan kejadian di global. Dalam Visinya GFI jelas  bahwa “Indonesia sebagai poros dan solusi masa depan Global.”

Pun demikian di Misinya antara lain:

– Membangun kesadaran publik tentang situasi global beserta ekses-eksesnya, sehingga masyarakat Indonesia memiliki peta dan gambaran yang jelas dalam rangka upayanya untuk memainkan peran dirinya sebagai pemain kunci dalam persaingan global.

– Menjadikan GFI sebagai rujukan dan model dalam memahami konstalasi global, sekaligus solusi agar bisa memposisikan diri sebagai pemain yang setara dalam menjalin kerjasama internasional dengan kekuatan-kekuatan adidaya.

– Secara bertahap akan menyediakan sumber-sumber kepustakaan maupun akses informasi berkenaan dengan perkembangan dinamika negara-negara adidaya maupun hubungan negara-negara adidaya dengan berbagai negara di beberapa kawasan regional.

– Mendorong berbagai program kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia maupun dunia internasional, terhadap berbagai konspirasi dan skenario yang disusun dan dirancang oleh berbagai kekuatan global.

– Memanfaatkan dan mendayagunakan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya Website, untuk mensosialisasikan dan menerbitkan berbagai riset, kajian, analisis, maupun liputan yang menjadi fokus perhatian GFI sebagai lembaga think-thank.

– Mendorong terselenggarannya pendidikan non-formal seperti kursus-kursus dan ketrampilan di bidang diplomasi, studi-studi strategis dan hubungan internasional, intelijen, bahasa-bahasa asing, dan lain sebagainya.

– Membangun jaringan dan komunitas peminat Politik Luar Negeri dan masalah-masalah internasional, serta membangun jaringan dan komunitas bisnis global.

Visi Misi jelas sudah, makanya jika saya mengatakan  jika GFI saat ini tidak bertransformasi dan inovasi akan menjadi pungguk merindukan bulan. Oleh sebab itu di usia 12 Tahun GFI harusnya  tidak hanya menjadi warna lain dari pusat kajian yang sudah jadi Think Thank politik gaya lama, tapi GFI harus  juga menjadi sumber oase inspirasi, dan stimulus pemikiran maju secara global yang muncul di tanah air ini.

GFI juga harusnya menjunjung tinggi kepentingan publik, menjaga keseimbangan kehidupan berbangsa, menjadi ujung tombak kekuatan demokrasi yang merespon situasi global namun tetap independen dan terus menjaga marwah sebuah  lembaga strategis yang mengedepankan prinsip-prinsip trusted, kredibel, aktual, dan penuh perspektif analisa yang jitu dan fokus.

Saya secara pribadi mengucapkan terima kasih sudah tahu GFI dan Hendrajit adalah bagian penting saat ini bagi Indonesia dalam analisa pemikiran makro tentang bangsa ini.

Kepada seluruh tim GFI, selamat Milad 12 tahun. Saya bangga dan salut mengenal Anda. Kebahagian di usia 12 menjadi berkah buat Anda dan kita semua. ***

JAKARTA, 11 OKTROBER 2019

*)wartawan biasa

Comments

comments